News

Dalam Seminggu, 10.967 Warga DKI Terpapar COVID-19 dari Klaster Keluarga

Dalam periode 14 hingga 20 Juni 2021 ditemukan sebanyak 10.967 orang positif corona yang berasal dari klaster keluarga.


Dalam Seminggu, 10.967 Warga DKI Terpapar COVID-19 dari Klaster Keluarga
Petugas melakukan pengambilan cairan dari hidung dan mulut untuk tes swab Antigen bagi para perwira dan anggota TNI serta Wartawan yang akan ikut dalam kapal KRI Semarang, di Pelabuhan Tanjung Priuk, Jakarta Utara, Senin (11/1/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan setempat mengklaim penularan COVID-19 klaster keluarga menjadi penyumbang terbesar pasien corona di Ibu Kota.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengatakan, selama proses testing yang dilakukan pihaknya dalam periode 14 hingga 20 Juni 2021 ditemukan sebanyak 10.967 orang positif corona yang berasal dari klaster keluarga.

"Jumlah itu berasal dari 912 keluarga," kata Dwi kepada wartawan Kamis (24/6/2021).

Penyumbang terbesar kedua kasus corona di Jakarta lanjut Dwi adalah klaster perkantoran. Testing yang dilakukan pada periode yang sama ditemukan 576 kasus positif dari 105 kantor.

“Kami juga menyarankan warga mengurangi mobilitas, taati aturan bekerja dari kantor sebanyak 25 persen kapasitas dan sisanya bekerja dari rumah. Keluar rumah jika benar-benar penting, tentu kita semua tidak ingin jika kasusnya semakin bertambah ke depannya,” ucapnya.

Dwi juga menyarankan agar warga tidak panik saat terdiagnosis positif Antigen/PCR. Untuk warga yang mendapat hasil positif pada tes Antigen, pastikan segera melakukan tes PCR di Puskesmas secara gratis atau laboratorium lainnya secara mandiri. 

"Yang perlu masyarakat ketahui dan perhatikan juga, jika merasakan gejala tapi saat tes Antigen dinyatakan negatif, sebaiknya tetap lakukan tes PCR. Karena, orang yang dinyatakan positif saat tes Antigen, hampir pasti juga dinyatakan positif pada saat tes PCR, tetapi jika negatif saat tes Antigen, belum tentu hasilnya negatif pula pada saat tes PCR dan bisa saja positif saat dites PCR, apalagi jika bergejala,” imbuhnya. 

Adapun langkah saat dinyatakan positif pada tes Antigen/PCR sebagai berikut:

Lapor kepada RT/RW/Puskesmas setempat, Sementara isolasi mandiri dahulu di rumah, tetap memakai masker yang baik di rumah, pisahkan diri dari anggota keluarga yang lain, Pastikan kontak erat di lingkungan rumah/kerja segera melakukan tes PCR, RT/RW dan Puskesmas akan membantu monitoring harian kondisi pasien. Puskesmas akan menentukan langkah tata laksana yang akan dilakukan oleh pasien sesuai kondisi masing-masing; apakah akan isolasi mandiri di rumah/lokasi isolasi mandiri terkendali/RS.

Perlu diketahui,  kasus COVID-19 di Jakarta saat ini sangat mengkhawatirkan. Jumlah kasus harian terus bertambah setiap hari. Bahkan pada hari ini, Kamis (24/6/2021) COVID-19 DKI Jakarta kembali pecahkan rekor dengan total kasus 7.505.

Angka ini menjadi yang paling tinggi sepanjang satu tahun setengah corona masuk Jakarta. Sebelumnya jumlah kasus harian berkisar dari 3.000 hingga 5.000 kasus.[]

Bayu Primanda

https://akurat.co