News

Kena Banget, Pidato AHY Singgung Skandal Hukum: Tajam ke Lawan, Tumpul ke Kawan!

Kena Banget, Pidato AHY Singgung Skandal Hukum: Tajam ke Lawan, Tumpul ke Kawan!
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY menyampaikan keterangan kepada wartawan terkait Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang dinilai ilegal di DPP Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (5/3/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyoroti tentang menggeliatnya informasi skandal di kalangan penegak hukum serta aparat negara. 

Hal itu justru menyita perhatian publik baik di media massa dan media sosial terkait perilaku para aparat penegak hukum di Indonesia. 

"Akhir-akhir ini ruang publik sesak oleh berita skandal, di kalangan penegak hukum dan aparat negara baik di media sosial maupun media massa. Rakyat sedang mengawasi jalannya penegakkan hukum di negeri ini. Juga mengawasi perilaku, para penegak hukum kita," kata AHY di dalam pidato kebangsaannya, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, pada Jumat (16/9/2022).

baca juga:

Menurutnya, selama ini rakyat diam dan merasa ketakutan dengan proses hukum yang berjalan. Sebab, kata dia, terkesan tajam ke bawah dan tumpul ke atas. 

"Tajam ke lawan, tumpul ke kawan," tegas AHY. 

Dalam pidatonya, AHY juga menekankan perihal obstruction of justice atau menghalangi penegakkan hukum serta abuse of power yang berarti penyalahgunaan kekuasaan. 

"Keduanya tak sepatutnya terjadi di negara kita, tapi rakyat masih memiliki harapan kepada Tuhannya. Tuhan tak pernah tidur," tutur dia. 

"Sebagai bangsa yang memegang nilai-nilai ketuhanan, rakyat percaya: becik ketitik, olo ketoro. Perbuatan baik akan selalu dikenali, perbuatan buruk nantinya akan diketahui juga," sambungnya. 

Oleh karena itu, AHY menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen dalam menjamin kebebasan demokrasi serta upaya penegakan hukum yang tegak lurus. 

"Selain itu, Demokrat juga mendorong hadirnya, instrumen penegakan hukum yang bertanggungjawab, independen, dan profesional. Bukan penegakkan hukum yang tebang pilih, double standard dan rentan pada intervensi dan manipulasi," tukas dia. []