News

Dahnil : Perdamaian Dunia Belum Sepenuhnya Terjaga

Dahnil menyampaikan pesan bahwa ancaman perang antarnegara belum sepenuhnya hilang dan perdamaian dunia belum terjaga.

Dahnil : Perdamaian Dunia Belum Sepenuhnya Terjaga
Juru bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak, saat ditemui di Medan, Minggu (9/9/2019). (AKURAT.CO/Muhlis)

AKURAT.CO, Juru Bicara Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan pesan secara eksplisit soal kerja sama dengan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Panut Mulyono untuk memperkuat pertahanan negara di lingkungan kampus.

Lewat twitter pribadinya, Dahnil menyampaikan pesan bahwa ancaman perang antarnegara belum sepenuhnya hilang dan perdamaian dunia belum terjaga. Maka dari itu, dibutuhkannya pertahanan yang kuat untuk melindunginya.

"Pertahanan kita harus diperkuat, karena fakta ancaman perang antar negara besar belum sepenuhya hilang. Perdamaian dunia belum sepenuhnya terjaga," kata Dahnil dalam akun Twitter pribadinya @Dahnilanzar, pada Senin (7/2/2022).

baca juga:

Ia menegaskan pula bahwa tidak ada otoritas yang tunggal di antara semua negara, guna melindungi bangsa Indonesia dari ancaman negara kuat lainnya.

"Fakta, bahwa tdk ada otoritas tunggal yg berada diatas semua negara untuk dpt melindungi kita dari ancaman negara kuat lainnya," sambungnya.

Dosen Ekonomi Kebijakan Publik itu juga menegaskan bahwa pentingnya memperkuat pertahanan baik di bidang militer maupun non-militer disinyalit menjadi peluang terbaik bagi kita sebagai bangsa untuk terus bertahan memperkuat kedaulatan.

"Peluang terbaik bagi kita sbg bangsa untuk terus bertahan adl memperkuat pertahanan kita baik militer maupun non-militer. Memperkuat Persatuan. Memperkuat SDM," tulisnya.

Selain itu, ia juga menambahkan tentang siapapun yang berusaha memprovokasi untuk memecah belah persatuan dan kesatuan diibaratkan seperti sebuah kerikil yang harus dibuang jauh. Katanya, politik harus dimaknai sebagai ajang kebaikan.

"Kerikil-kerikil yang memprovokasi kita agar berpecah hrs dibuang jauh-jauh. Politik harus dimaknai sbg perlombaan kebaikan," tutupnya.