Rahmah

Cyberbullying dalam Pandangan Al-Qur'an

Semakin canggih teknologi, justru semakin besar potensi tumbuhnya cyberbullying.

Cyberbullying dalam Pandangan Al-Qur'an
Ilustrasi Bullying (ZETIZEN.COM)

AKURAT.CO  Di zaman yang semakin modern dan canggih ternyata tidak menyurutkan adanya orang-orang yang berniat merendahkan harga diri oranga lain dengan cara membully. Bahkan mungkin, peristiwa bullying semakin hari semakin bertambah.

Secara lebih spesifik, yang kini tengah marak terjadi ialah cyberbullying. Kata ini merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut segala bentuk kekerasan yang dialami korbannya dan dilakukan oleh teman-temannya di dunia maya. 

Al-Qur'an memberikan pesan larangan terhadap sikap membully. Dalam QS. Al-Hujurat ayat 11 Allah berfirman:

baca juga:

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا لَا يَسۡخَرۡ قَوۡمٌ مِّنۡ قَوۡمٍ عَسٰٓى اَنۡ يَّكُوۡنُوۡا خَيۡرًا مِّنۡهُمۡ وَلَا نِسَآءٌ مِّنۡ نِّسَآءٍ عَسٰٓى اَنۡ يَّكُنَّ خَيۡرًا مِّنۡهُنَّ‌ۚ وَلَا تَلۡمِزُوۡۤا اَنۡفُسَكُمۡ وَلَا تَنَابَزُوۡا بِالۡاَلۡقَابِ‌ؕ بِئۡسَ الِاسۡمُ الۡفُسُوۡقُ بَعۡدَ الۡاِيۡمَانِ‌ ۚ وَمَنۡ لَّمۡ يَتُبۡ فَاُولٰٓٮِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوۡنَ

Yā ayyuhallażīna āmanụ lā yaskhar qaumum ming qaumin 'asā ay yakụnụ khairam min-hum wa lā nisā`um min nisā`in 'asā ay yakunna khairam min-hunn, wa lā talmizū anfusakum wa lā tanābazụ bil-alqāb, bi`sa lismul-fusụqu ba'dal-īmān, wa mal lam yatub fa ulā`ika humuẓ-ẓālimụn

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim."

Menurut Tafsir Al-Maraghi, ayat ini turun berkenaan dengan teguran atas ejekan yang dilakukan oleh Bani Tamim kepada para sahabat Rasul yang miskin. Mereka ditegur agar tidak melakukan bully hanya karena kemiskinan.

Larangan membully tentu saja sangat tepat. Sebab jika kita lihat, mem-bully bukan hanya menimbulkan perasaan malu bagi korbannya, namun juga terselip perasaan bahwa kita yang membully ini lebih baik dari padanya. 

Nadirsyah Hosen juga menyatakan dalam mem-bully, seseorang tidak lagi fokus pada pemikiran, gagasan atau kebijakan, akan tetapi menyerang kehormatan pribadi dan nama baik orang lain yang hendak dipermalukan karakternya.

Oleh sebab itu jelas bahwa Al-Qur'an melarang keras perbuatan membully. Sebab dapat mendatangkan dharar bagi banyak pihak. Wallahu A'lam.[]