Lifestyle

Cuti Melahirkan 6 Bulan Dinilai Bisa Membantu Menekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Rencana pemberian cuti enam bulan ini sangat bermanfaat bagi ibu dan bayi. 


Cuti Melahirkan 6 Bulan Dinilai Bisa Membantu Menekan Angka Kematian Ibu dan Bayi
Ilustrasi - Cuti melahirkan enam bulan dinilai bisa menekan angka kematian ibu dan bayi (Freepik/prostooleh)

AKURAT.CO Rancangan Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak (RUU KIA) tengah ramai diperbincangkan. Salah satu poin yang banyak dibahas adalah perubahan cuti melahirkan dari tiga bulan menjadi enam bulan.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo menilai rencana pemberian cuti enam bulan ini sangat bermanfaat bagi ibu dan bayi. 

Seorang ibu akan dapat mempersiapkan persalinan, pemulihan pasca persalinan, hingga memberikan Air Susu Ibu (ASI) eksklusif untuk buah hatinya. 

baca juga:

"Pertimbangan cuti enam bulan itu kalau kita lihat dari sisi manfaatnya memang sangat, sangat, sangat bermanfaat," kata Hasto dalam konferensi virtual, dikutip AKURAT.CO, Rabu (22/6/2022). 

Menurut Hasto, data yang ada menunjukkan bahwa angka kematian ibu dan bayi di Indonesia masih sangat tinggi. Selain itu, kelahiran prematur dan angka stunting juga masih cukup tinggi.

Kondisi ini biasanya diakibatkan ketidaksuksesan dalam 1000 hari kehidupan pertama. Sekedar informasi, seribu hari kehidupan pertama dimulai sejak sembilan bulan dalam kandungan (270)  hingga anak berusia dua tahun (730). 

"Jadi kalau cuti enam bulan itu diberikan memang kita bisa mengamankan umur kehamilan sejak sebulan sebelum melahirkan ya. Empat pekan sebelum melahirkan, mulai pekan ke-36, 37, 38, 40," tegas Hasto. 

Hasto menjelaskan bahwa menjelang persalinan, seorang ibu hamil tidak disarankan untuk melakukan aktivitas yang terlalu berat. Pasalnya, ini bisa menyebabkan ketuban pecah sebelum waktunya. Selain itu, ibu juga membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisinya pascapersalinan. 

"Kita bisa amankan empat minggu sebelum melahirkan dan 36 minggu kondisi setelah melahirkan. Setelah persalinan, nifasnya 42 hari atau satu sampai dua bulan. Namun setelah hamil kondisi tubuh tidak pulih kembali, ada hemodilusi atau darah masih mengencer, lalu biasanya cairan tubuh naik hingga kadang alami kegemukan, jadi kembali seperti sedia kala selama 6 bulan," jelasnya.