News

Cuti Bersama Natal dan Tahun Baru Dihapus, Masyarakat Diimbau Tidak Bepergian

Pemerintah memutuskan menghapus cuti bersama natal 24 Desember dan melarang ASN mengambil cuti tahun baru (Nataru) 2022.


Cuti Bersama Natal dan Tahun Baru Dihapus, Masyarakat Diimbau Tidak Bepergian
Menteri Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy (kanan) dan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini (kiri) di Istana Negara usai mengikuti rapat kabinet terbatas. (Istimewa)

AKURAT.CO Pemerintah memutuskan untuk menghapus cuti bersama Natal 24 Desember dan Tahun Baru 2022, sekaligus melarang ASN mengambil cuti pada periode tersebut.

Keputusan itu dibuat untuk mencegah gelombang ketiga Covid-19. Pasalnya, saat ini Indonesia dan dunia pada umumnya sedang dihantui gelombang ketiga kasus Covid-19 dengan varian-varian baru.

Pernyataan itu disampaikan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy dalam siaran persnya, Jakarta, Rabu (27/10/2021).

Dia mengatakan, keputusan meniadakan cuti bersama 24 Desember itu termaktub dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri Nomor 712 Tahun 2021, Nomor 1 Tahun 2021, Nomor 3 Tahun 2021 tentang Tentang Hari libur Nasional dan Cuti Bersama 2021.

Dia menegaskan, kebijakan tersebut semata-mata dibuat untuk membatasi pergerakan orang yang lebih masif menjelang libur akhir tahun.

"Kita upayakan menekan sedikit mungkin yang akan berpergian. Dan ini sudah diberi pagar-pagar pembatasan. Mulai dari tidak adanya libur cuti bersama. Kemudian pelarangan mereka untuk mengambil cuti akan kita lakukan," ujarnya.

Dia mengungkapkan, kebijakan tersebut memerlukan sosialisasi lebih masif kepada masyarakat yang dilakukan oleh pihak kepolisian, dinas perhubungan, dan juga media massa. Sosialisasi masif itu perlu dilakukan agar masyarakat lebih memaklumi keadaan yang ada dan tidak nekat melanggar.

"Saya mohon nanti ada kampanye besar-besaran untuk mengimbau masyarakat agar tidak berpergian. Tidak pulang kampung, atau berpergian atas tujuan-tujuan yang tidak primer," tuturnya.

Selain itu, pada libur akhir tahun, pengetatan dan pengawasan protokol kesehatan (prokes) di sejumlah destinasi juga mutlak dilakukan. Utamanya ada tiga tempat, yakni di Gereja pada saat perayaan Natal, di tempat perbelanjaan, dan destinasi wisata lokal.