News

Curhat Sering Dirundung, Novel Baswedan: Berbuat Baik Risikonya Pasti Banyak

Mantan penyidik KPK Novel Baswedan memberikan tanggapan terkait komentar negatif dan perundungan yang kerap kali ia dapatkan di media sosial miliknya.


Curhat Sering Dirundung, Novel Baswedan: Berbuat Baik Risikonya Pasti Banyak
Penyidik senior KPK Novel Baswedan saat memberikan sambutan kepada karyawan dan wartawan di hari pertama kerja di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (27/7/2018). Novel Baswedan mulai kembali bekerja di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terhitung Jumat (27/7). Setelah absen selama 16 bulan memberantas korupsi lantaran untuk rehabilitasi pasca disiram air keras pada 11 April 2017 lalu. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Mantan penyidik KPK Novel Baswedan memberikan tanggapan terkait komentar negatif dan perundungan yang kerap kali ia dapatkan di media sosial miliknya.

Novel mengatakan, hal tersebut adalah konsekuensi dari niat baiknya. Menurutnya, di antara risiko berbuat baik akan selalu ada pihak yang tidak suka.

"Kita namanya berbuat baik itu risikonya pasti banyak, risikonya di antaranya ada saya yang tidak suka. Yang tidak suka itu bisa karena punya motif pribadi, bisa juga karena suatu kegiatan kolektif, seperti dibayar barangkali," kata Novel sembari diiringi gelak tawa sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari channel YouTube-nya, Jakarta, Minggu (17/10/2021).

Novel menambahkan, segala upaya untuk merespon berbagai intensi buruk orang lain tersebut hanya akan melelahkan. Sehingga bagi dirinya yang penting adalah konsisten untuk menyampaikan perbuatan baik dan kebenaran. 

"Toh kita kan berbuat baik, memperjuangkan kebenaran bukan untuk dipuji ya, atau diapresiasi. Dipuji tidak membuat kita mulia. Dipuji juga tidak membuat kita buruk," ujar Novel.

Novel juga menambahkan, menasehati orang yang memiliki intensi atau motif tertentu untuk melontarkan kebencian adalah tindakan yang tidak akan mengubah apa-apa. Ia menegaskan bahwa hal yang keluar dari seseorang adalah "isi" orang tersebut.

Untuk diketahui, Novel Baswedan adalah salah satu dari 58 penyidik dan anggota KPK yang diberhentikan dengan alasan tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Ia kemudian mengumumkan dirinya akan merilis kanal YouTube pribadinya pada tanggal 14 Oktober 2021. 

Hingga saat ini channel Novel Baswedan telah mengunggah dua video dan memiliki lebih dari delapan ribu subscriber.

"Saya perkenalkan channel resmi Novel Baswedan, semoga bisa menjadi media untuk edukasi & informasi mengenai isu anti korupsi, penegakan hukum, keadilan & diskusi-diskusi lain yang membangun semangat & konsistensi. Salam Integritas, anti korupsi," demikian cuitan akun Twitter milik Novel Baswedan @nazaqistsha. []