Ekonomi

Curhat Pilot Harus Rela Begini Demi Sambung Hidup di Tengah Pandemi

Pandemi COVID-19 berdampak tidak hanya bagi kesehatan, namun juga bagi ekonomi dan sosial


Curhat Pilot Harus Rela Begini Demi Sambung Hidup di Tengah Pandemi
Ilustrasi pilot (Pixabay/StockSnap )

AKURAT.CO Pandemi COVID-19 berdampak tidak hanya bagi kesehatan, namun juga bagi ekonomi dan sosial. Dengan datangnya vaksin COVID-19 di Indonesia, diharapkan tidak hanya menumpas virus SARS-CoV-2, tapi juga dapat memulihkan perekonomian di Tanah Air.

Selama pandemi berlangsung di dalam negeri, sejumlah masyarakat menghadapi tantangan hidup dari kehilangan separuh penghasilan, kehilangan pekerjaan, hingga harus beralih profesi untuk bertahan.

Aditya Santosa, Pilot Maskapai Penerbangan Nasional, menjadi salah satu orang yang ikut terdampak. Per Maret 2020, industri penerbangan mulai terdampak. Sejak saat itu, pengurangan jadwal dan larangan terbang ke negara-negara tertentu mulai terasa.

"Efeknya sangat terasa sekali untuk saya, yang biasa dalam sebulan bisa terbang 4-5 kali, sekarang mungkin hanya bisa 3 bulan sekali. Untuk pilot pendapatan kami dipotong 30% dari maskapai, dan dengan berkurangnya jam terbang, berkurang juga uang terbang kami, ini sangat terasa bagi kru udara seperti saya," kata Aditya baru-baru ini.

Namun, ia mencoba peruntungan baru lewat bisnis jual beli secara dalam jaringan (daring). dia memberanikan diri membuka bisnis jual beli secara daring karena memiliki banyak waktu luang dan untuk menambal pendapatannya yang kini berkurang. 

Kisah serupa juga dialami Priscilla Renny, Pengusaha Batik asal Lasem, Jawa Tengah. Sarung Batik Tiga Negeri yang jadi komoditas andalannya pada momen Lebaran mengalami penurunan penjualan yang tajam.

“Mungkin penurunan pendapatan kami mencapai 70%. Tapi hingga kini, yang saya lakukan tetap bertahan meski berjalan sedikit demi sedikit”, ujarnya.

Di tengah pandemi ini, dia ikut memotivasi para pengusaha batik di Lasem untuk ramai-ramai berjualan secara daring. Transformasi ekonomi ini belum begitu dilirik para pengusaha sebelum pandemi COVID-19. 

Sebelum menjajal berjualan di platform digital, Priscilla Renny mengakui pemasarannya hanya dilakukan dari mulut ke mulut. Terkadang, ia juga memasarkannya secara langsung melalui pesan singkat.