News

Cuma Dibayar Rp5 Juta, Pedagang Korban Kebakaran Pasar Kalideres Geruduk Kantor PD Pasar Jaya

Cuma Dibayar Rp5 Juta, Pedagang Korban Kebakaran Pasar Kalideres Geruduk Kantor PD Pasar Jaya
Pedagang Pasar Kalideres menggeruduk kantor PD Pasar Jaya menuntut ganti rugi kebakaran. (Badri/Akurat.co)

AKURAT.CO Belasan pedagang Pasar Kalideres, Jakarta Barat geruduk kantor menejemen Perusahaan Daerah (PD) Pasar Jaya di Jalan Cikini Raya, Selasa (6/12/2022). Mereka melakukan aksi protes menuntut ganti rugi akibat kebakaran toko mereka lebih dari setahun lalu. 

Mereka meminta PD Pasar Jaya segera menuntaskan ganti rugi yang layak kepada mereka. Mereka merupakan pedagang yang memiliki toko lebih dari satu unit. 

"Ganti ruginya Rp5 juta. Padahal ada yang punya dua toko, ada yang punya lima toko, ada delapan toko. Kerugian kami ratusan juta. Masa ganti ruginya sama kayak pedagang sayur," ujar Christin salah satu pedagang Pasar Kalideres, Jakarta Barat di depan kantor PD Pasar Jaya. 

baca juga:

Dia mengaku menolak besaran uang ganti rugi itu. Sebab, nilai kerugian mereka mencapai ratusan juta. Perempuan yang sehari-hari berjualan pakaian seragam sekolah itu mengaku merugi akibat kebakaran itu. 

"Kami cuma minta supaya minimal ganti ruginya Rp25 juta supaya jadi modal kami untuk jualan lagi. Sampai sekarang kami belum jualan lagi karena modal udah abis. Mau jual pakaian seragam, modalnya nggak ada," katanya. 

Sementara itu, Tuti, seorang pedagang lainnya mengatakan, aksi protes mereka hari ini merupakan yang kedua kalinya. Mereka pernah datang ke kantor PD Pasar Jaya untuk meminta ganti rugi yang sepadan tetapi tak digubris oleh manajemen PD Pasar Jaya. 

"Sekarang kami dikasih tempat penampungan sementara, tapi jualannya enggak ada. Padahal ini sudah setahun lebih. Dulu janjinya 8 bulan selesai direnovasi tapi sampai sekarang belum ada apa-apa," katanya. 

Berdasarkan pantauan, sembilan dari belasan pedagang itu masuk ke kantor PD Pasar Jaya dan melakukan pertemuan tertutup. Hingga berita ini ditulis, para pedagang belum keluar dan negosiasi masih berlangsung. []