News

Cuma Acar Timun Nempel di Langit-langit, Karya Seni Ini Dibanderol Rp93 Juta!

'Karya' tak lazim berupa acar timun dari burger keju McDonald's yang tersangkut di langit-langit dijual seharga 10 ribu dolar Selandia Baru (Rp93 juta).


Cuma Acar Timun Nempel di Langit-langit, Karya Seni Ini Dibanderol Rp93 Juta!
Karya seni bertajuk 'Pickle' oleh Matthew Griffin dipamerkan di The Michael Lett Gallery di Auckland, Selandia Baru, pada akhir Juli. (Instagram/fineartsydney)

AKURAT.CO Seorang seniman menjual 'karya' yang tak lazim berupa acar timun dari burger keju McDonald's yang tersangkut di langit-langit. Tak tanggung-tanggung, ia menjualnya seharga 10 ribu dolar Selandia Baru (Rp93 juta).

Dilansir dari LadBible, seniman Australia bernama Matthew Griffin mengadakan pameran di The Michael Lett Gallery di Auckland, Selandia Baru, pada akhir Juli. Karya bertajuk 'Pickle' ini pun menjadi salah satu koleksi yang dipamerkan dengan dibanderol seharga Rp93 juta.

baca juga:

Menurut Ryan Moore, direktur seni murni Sydney yang mewakili Griffin, karya tersebut mengundang pertanyaan soal bagaimana orang-orang menilai dan memaknainya.

Tak sedikit orang awam yang suka timun. Namun, belum tentu mereka ikhlas melepas segepok uangnya senilai puluhan juta rupiah demi seiris saja. Apalagi, burger keju seutuhnya bisa didapat dengan harga 1,19 pound sterling (Rp21 ribu).

Namun, bagi Moore, ia tak peduli apakah karya itu benar-benar dapat dianggap sebagai seni atau tidak.

"Umumnya, seniman bukanlah orang yang memutuskan apakah sesuatu itu seni atau bukan. Merekalah yang membuat atau mengerjakan sesuatu. Namun, apakah sesuatu itu berharga dan bermakna sebagai karya seni, masyarakatlah yang memilih untuk menggunakannya atau memperbincangkannya. Meski ini terlihat sekadar acar yang menempel di langit-langit dan tak ada unsur cerdasnya, itulah adanya. Ada sesuatu dalam penempelan tak sengaja itu sebagai karya seni," terang Moore.

Jika karya itu terjual, orang yang membelinya akan diberi instruksi bagaimana membuat ulang karya itu di rumah, meski tak butuh keahlian khusus untuk menggarapnya.

"Ini bukan soal keahlian seniman yang berdiri di galeri dan melemparkannya ke langit-langit. Masalahnya bukan bagaimana itu bisa sampai di sana. Namun, orang itu harus mengambilnya dari burger dan menjentikkannya ke langit-langit. Gerakan itu sangat murni, sangat menyenangkan. Itulah yang membuatnya sangat indah," pungkas Moore.[]