Lifestyle

Culture Jadi Alasan Masalah Stunting Tak Pernah Lepas dari Indonesia

Culture Jadi Alasan Masalah Stunting Tak Pernah Lepas dari Indonesia
Ketua Tim Pakar IRN, Prof Dr. Ir. Purwiyanto Hariyadi, MSc (Afrizal Abdul Rahman)

AKURAT.CO Pangan tradisional Indonesia digolongkan sebagai fungsional, karena selain mengandung zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh, juga mengandung berbagai komponen bioaktif yang berperan penting bagi kesehatan.

Namun walaupun memiliki banyak manfaat, tetapi masalah kesehatan seperti stunting dan kekurangan gizi masih menjadi persoalan yang masih menjadi perhatian khusus.

Lantas apa penyebab beberapa masalah kesehatan tersebut tidak pernah tuntas, walaupun Indonesia kaya akan pangan?

baca juga:

"Sebetulnya pangan itu berkaitan dengan culture, seperti stunting itu terjadi karena pengetahuan orangtua yang kurang, seharusnya harus tahu apa yang baik untuk anak," kata Ketua Tim Pakar IRN, Prof Dr. Ir. Purwiyanto Hariyadi, MSc, kepada AkuratTren dalam acara Indofood Riset Nugraha, di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (11/9). 

Tempe salah satu pangan tradisonal yang telah terbukti bermanfaat bagi kesehatan, karena memiliki aktivitas seperti hipoglikemik, hipotensifm imonumodulator, antioksidan, antiimflamasi, antialreti dan anti-trombosit.

Untuk itu semua orangtua harus memikirkan asupan pangan yang dikonsumsi, ketika sebelum hamil, masa hamil, sampai memiliki anak, ketika tidak memahami kualitas gizi tentu akan menurun.

“Terkadang kita hanya terfokus saat sudah memiliki anak, padahal harus dipikirkan juga sebelum memiliki anak, ini juga berakibat pendidikan orang tua yang tidak memahami," lanjutnya.

Selain itu, tidak hanya gizi saja yang dipikirkan untuk anak, tetapi keamanan pangan juga harus dipikirkan agar tindak menganggu masalah pencernaan. 

Irma Fauzia

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu