News

Culik 80 Anak Sekolah, Geng Penculik Nigeria Minta Tebusan Rp2,7 Miliar

Geng Penculik Nigeria Minta Tebusan Rp2,7 Miliar


Culik 80 Anak Sekolah, Geng Penculik Nigeria Minta Tebusan Rp2,7 Miliar
Orang tua dipertemukan kembali dengan beberapa siswa yang dibebaskan dari Bethel Baptist High School di Damishi pada Minggu, 25 Juli lalu. (AP)

AKURAT.CO, Kelompok penculik yang masih menyekap sekitar 80 anak sekolah di negara bagian Kaduna, Nigeria, telah bersedia melakukan negosisasi untuk pembebasan korban.

Namun, dalam perundingan itu, mereka menuntut uang tebusan satu juta Naira (Rp3,7 juta) untuk masing-masing anak, sebagaimana diungkap oleh seorang pendeta yang terlibat dalam negosiasi. Ini berarti untuk 80 anak, uang tebusan yang harus dibayar mencapai hingga sekitar Rp2,7 miliar.

"(Bandit-bandit itu) meminta satu juta naira untuk masing-masing dari 80 siswa yang tersisa bersama mereka," kata Pendeta Ite Joseph Hayab kepada Reuters melalui telepon.

Serangan terhadap Sekolah Menengah Baptis Bethel di kota Damishi terjadi pada awal Juli lalu dan menjadi penculikan massal ke-10 sejak Desember di wilayah Nigeria barat laut. 

Saat itu, VOA juga melaporkan bagaimana saat penyerangan terjadi, para penculik langsung membawa lari lebih dari 120 siswa Baptis Bethel.  Namun, beberapa hari setelah penyerangan, mereka bersedia membebaskan 28 anak.

Setelahnya, beberapa anak mampu melarikan diri dari tahanan sehingga jumlah anak yang dibebaskan saat itu telah  mencapai hingga 34 anak. Sementara, 81 lainnya tetap berada dalam tahanan dan para penculik saat itu hanya meminta uang tebusan sebanyak 500 ribu Naira.   

Hayab juga membeberkan bahwa sebelum gelombang pertama pembebasan 28 anak, ada tiga siswa yang sudah berhasil melarikan diri. Namun mereka kembali hilang karena diculik oleh orang tak dikenal di hutan.

Penculik ini juga menuntut uang tebusan dan akhirnya dibayar oleh para orang tua korban. Sementara uang tebusan yang harus dibayar masing-masing mencapai hingga lebih dari satu juta Naira.

Pihak berwenang Nigeria telah mengaitkan pelaku kasus-kasus penculikan sebagai bandit bersenjata yang mencari pembayaran uang tebusan.

Sekolah kerap menjadi sasaran penculikan massal untuk uang tebusan terutama di Nigeria utara, dan dalam aksinya, para pelaku biasa menggunakan senjata. 

Penculikan dengan senjata di Nigeria pertama kali dilakukan oleh kelompok jihadis Boko Haram, dan kemudian cabangnya Negara Islam Provinsi Afrika Barat. Namun, kini, taktik penculikan bersenjata semacam ini telah diadopsi oleh geng-geng kriminal untuk mencari uang. []