Ekonomi

Cuaca Buruk, Sejumlah Lokasi Wisata di Ternate Minim Pengunjung

Sejumlah lokasi wisata mengalami penurunan jumlah pengunjung


Cuaca Buruk, Sejumlah Lokasi Wisata di Ternate Minim Pengunjung
Pengunjung melintas di depan Matahari Store Pasaraya Manggarai, Jakarta, Minggu (17/9). Sebelum menutup gerai, Matahari Pasaraya gelar cuci gudang dengan diskon hingga 75%. Sontak pembeli pun berdatangan untuk berebut diskon. (Handaru M Putra)

AKURAT.CO, Sejumlah wisata di Kota Ternate, Maluku Utara (Malut), pada libur panjang Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 minim pengunjung menyusul cuaca buruk yang melanda Ternate dan berbagai daerah lainnya di Malut dalam sepekan terakhir.

"Memang, cuaca buruk dalam sepekan ini pengaruhi pengunjung datang ke objek wisata Danau Tolire. Akibatnya pendapatan kami ini turun," kata salah seorang pedagang di objek wisata Danau Tolire, Sabtu (26/12/2020).

Menurutnya, minimnya pengunjung yang datang ke lokasi wisata akibat hujan deras disertai angin kencang ini sangat berdampak pada pedagang di sekitar lokasi wisata.

baca juga:

Dia mencontohkan pada akhir pekan maupun libur panjang, biasanya mereka bisa meraup pendapatan Rp1 juta sampai Rp3 juta, tetapi cuaca buruk sepekan ini pendapatannya hanya di bawah Rp700 ribu.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Kota Ternate Rizal Marsaoly ketika dihubungi menyatakan pengunjung dan pedagang di kawasan wisata Ternate harus mematuhi protokol kesehatan guna mengantisipasi penyebaran COVID-19.

Pihaknya telah meminta terutama pengelola lokasi wisata diwajibkan mengikuti protokol kesehatan yang mengacu pada standar protap Kemenkes dan Peraturan Wali Kota terkait penanganan COVID-19.

Pihaknya telah mensosialisasikan protokol kesehatan, baik secara luas maupun khusus untuk pelaku usaha di kawasan wisata Kota Ternate.

Sedangkan Kabid Humas Polda Malut AKBP Adip Rodjikan dihubungi meminta seluruh pihak untuk tidak melakukan kerumunan di ruang publik yang dapat menimbulkan klaster baru penyebaran COVID-19.

"Kerumunan di ruang publik, apalagi tidak mengindahkan protokol kesehatan dapat berpotensi menimbulkan klaster baru dari penyebaran COVID-19," katanya.

Ia mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19, jaga jarak, pakai masker, dan hindari kerumunan yang dapat menimbulkan klaster baru penyebaran COVID-19, terutama di kawasan objek wisata.[]

Sumber: Antara