News

Covid Melandai di Luar Jawa-Bali, Tersisa 23 Kabupaten/Kota Terapkan PPKM Level 4

Kasus aktif di luar Jawa-Bali menurun dan berkontribusi 60 persen terhadap kasus COVID-19 secara keseluruhan


Covid Melandai di Luar Jawa-Bali, Tersisa 23 Kabupaten/Kota Terapkan PPKM Level 4
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Strategi penanganan pandemi Covid-19 untuk luar Jawa-Bali terus membuahkan hasil. Sepekan kedepan, 7-20 September, ada 23 kabupaten/kota yang status PPKM-nya level 4, berkurang dari periode sebelumnya dimana level yang sama berlaku di 34 kabupaten/kota.

"Luar Jawa-bali ini dilakukan perpanjangan PPKM yaitu PPKM level 4 diterapkan di 23 kabupaten/kota yang sebelumnya adalah 34 kabupaten/kota,” kata Koordinator PPKM luar Jawa Bali, Airlangga Hartarto dalam konferensi pers Evaluasi dan Penerapan PPKM secara virtual, Senin (6/9/2021).

Ke-23 kabupaten/kota tersebut adalah Banda Aceh, Aceh Tamiang, Aceh Besar, Kota Jambi, Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin, Kabupaten Kotabaru, Kota Palangkaraya, Kota Balikpapan, Kutai Kartanegara dan Mahakam Ulu.

Lalu Kalimantan Utara di Kota Tarakan, Bangka Belitung di Bangka, Sulawesi Selatan di Makassar kemudian juga Sulawesi Tengah di Kota Palu dan Poso, Sumatera Barat di Kota Padang. Kemudian Kota Medan, Kota Sibolga dan Mandailing Natal. Kemudian juga NTT di Kupang, Bolaang dan Manokwari.

Airlangga yang juga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menyampaikan PPKM level 3 akan diterapkan di 314 kabupaten/kota, ini naik dari 303 kabupaten/kota pada penerapan PPKM pekan lalu.

Sedangkan untuk PPKM Level 2 diterapkan pada 49 kabupaten/kota atau sama dengan sebelumnya.

Airlangga menyebutkan, kasus aktif di luar Jawa-Bali menurun dan berkontribusi 60 persen terhadap kasus COVID-19 secara keseluruhan.

Namun tingkat kesembuhan luar Jawa-Bali baru 90 persen, sedikit di bawah rata-rata nasional yang sebesar 94 persen. Sedangkan untuk kasus kematian di luar Jawa-Bali lebih baik dibandingkan nasional yakni 2,99 persen.

"Kalau kita lihat dari Sumatera kontribusi terhadap kasus yang 14,63 persen, kesembuhannya 88,87 persen, fatality rate-nya 3,39 dan perkembangan kasus aktifnya antara 9 Agustus-4 September minus turun menjadi adalah 50,69 persen,” kata Airlangga.

Kemudian Nusa Tenggara kontribusi terhadap kasus secara nasional 2,1 persen dengan tingkat kesembuhannya 93,83 persen, fatality rate 2,27 persen dan kasus aktifnya 2,18 persen atau turun 73,76 persen.

Lalu, Kalimantan berkontribusi 8,08 persen dengan tingkat kesembuhan 91,79 persen, fatality rate 3,11 persen dan perkembangan kasus turun 64,45 persen.

“Pulau Sulawesi kontribusi terhadap nasional terhadap kasusnya adalah 5,46 persen, kesembuhannya 91,78 persen, fatality rate 2,55 persen dan terkait dengan penurunan kasus aktif adalah minus 62,39 persen,” kata Airlangga.

Adapun untuk Maluku-Papua presentasi kasusnya sebanyak 1,97 persen dengan tingkat kesembuhan di bawah nasional yaitu 82,04 persen, lalu fatality ratenya sedikit lebih baik 1,55 persen serta kontribusi terhadap nasional di kasus aktifnya 8,6 persen dengan penurnan inus 28,77 persen. []