Ekonomi

Covid-19 Terkendali, Pemerintah dan Dunia Usaha Pede Tatap Tahun 2022 

Perekonomian Indonesia diyakini akan kembali pulih di tahun 2022 mendatang


Covid-19 Terkendali, Pemerintah dan Dunia Usaha Pede Tatap Tahun 2022 
Pekerja merapikan toko di Pasar Baru, Jakarta, Kamis (2/4/2020). pemerintah optimis kedepan di tahun 2022 perekonomian Indonesia akan tetap di jalur positif (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Perekonomian Indonesia diyakini akan kembali pulih di tahun 2022 mendatang. Hal ini sejalan dengan terkendalinya kasus Covid-19 dan juga pelonggaran aktivitas masyarakat terutama dunia usaha akhir-akhir ini. 

Asisten Deputi Penguatan Pasar Dalam Negeri Kemenko Perekonomian Evita Manthovani, menjelaskan bahwa ekonomi global juga saat ini terus tumbuh meski terbatas lantaran pandemi belum berakhir. Pertumbuhan tersebut juga ditopang oleh harga komoditas internasional yang membaik seiring peningkatan permintaan.

Hal ini juga dialami oleh Indonesia dimana harga komoditas terus bergerak positif, sehingga membawa harapan baru bahwa perekonomian di tahun 2022 mendatang akan tetap di jalur positif.

"Meski begitu kita masih harus menghadapi berbagai tantangan terutama dari isu ketidakpastian global seperti ancaman Covid-19 dan varian barunya, ketidakpastian geopolitok, tapering off dari The Fed, krisis energi dan isu perubahan iklim," kata Evita webinar yang diadakan oleh Beritakota.id Rabu (24/11/2021).

Evita Manthovani menambahkan bahwa pemerintah optimis kedepan di tahun 2022 perekonomian Indonesia akan tetap di jalur positif. Berdasarkan asumsi makro ekonomi diperkirakan tahun depan pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan menyentuh level 5,2 - 5,5 persen. Kemudian inflasi 3 persen dan nilai tukar rupiah sebesar Rp14.350 per dolar AS.

"Pertumbuhan ekonomi kita akan tumbuh meski melambat, ini sinyal bagus dibandingkan negara lain yang belum bisa tumbuh positif. Ini tidak lepas dari pengaruh penerapan PPKM sehingga berdampak pada konsumsi masyarakat. Kedepan kami yakin akan lebih baik lagi," pungkas dia.

Sementara itu Regional Head PT Shipper Indonesia  Riyansyah, mengapresiasi upaya pemerintah dalam mengendalikan penyebaran kasus Covid-19. Meski mayoritas industri terdampak namun untuk sektor jasa logistik dan pergudangan tumbuh cukup positif.

Hal ini terpengaruh oleh aktivitas masyarakat yang lebih banyak bekerja dari rumah selama penerapan kebijakan PSBB atau PPKM yang ditetapkan pemerintah.

Menurutnya kebijakan tersebut mendorong aktivitas masyarakat khususnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dilakukan secara online atau daring. Tak heran jika selama pandemi Covid-19 aktivitas transaksi belanja online melalui berbagai macam kanal marketplace juga tumbuh signifikan.