News

Covid-19 Tembus 3.500 Kasus Per Hari, DKI Gagal Terapkan Program 3T?

Covid-19 Tembus 3.500 Kasus Per Hari, DKI Gagal Terapkan Program 3T?


Covid-19 Tembus 3.500 Kasus Per Hari, DKI Gagal Terapkan Program 3T?
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI-P, Gilbert Simanjuntak saat ditemui redaksi AKURAT.CO di Jakarta, Jumat (15/1/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Kasus Covid-19 di DKI Jakarta, baru-baru ini mengalami lonjakan cukup signifikan.  Peningkatan kasus wabah mematikan terus bergerak naik, dari  1.000 kasus per hari pada Awal Desember 2020 hingga 3.500 kasus per hari pada Januari 2021.

Akurat.co mewawancarai epidemiolog, dr Gilbert Simanjuntak terkait lompatan kasus Covid-19 di Ibu Kota dan langkah-langkah apa saja yang mesti dilakukan untuk membendung laju penularan wabah mematikan itu. Wawancara di lakukan di ruang praktek dr Gilber di RS UKI, Cawang Jakarta, Timur Sabtu (16/1/2021). Berikut wawancara saya bersama dr Gilbert:

Covid-19 di Jakarta mengalami lonjakan  dalam dua bulan terakhir ini, sebenarnya apa yang salah dengan penanganan corona di Jakarta?

Mungkin kita tidak mengatakan salah, kalau salahkan terlalu ngejude, kita lihat kasus inikan memang susah dikendalikan. Hanya saja, seperti persoalan penduduk, India dia kan padat sekali. satu kota kecil malah bisa lebih padat dari Jakarta.  Apalagi kota besar kaya Delhi kan padat sekali.

Tetapi mereka kemudian bisa menekan kasus ini semenjak  10 juta dari 10 miliar orang yang kena. Kemudian dia turunkan dan sampai sekarang mereka berhasil meredam. Kenapa bisa? yang karena betul-betul diawasi.

Kembali ke Jakarta,  karena kita selama ini selalu mengandalkan 3T (Tracing, Testing, Treatment ) Sejak awal saya katakan jangan pernah mengandalkan 3T. Saya katakan, kita ditreatment dengan Treatment sosial. Tutup benar-benar. Kita lihat waktu masih jalan PSBB ketat, semua Rt/Rw tutup dan tidak ada pergerakan masyarakat langsung drop kan.  Hanya dalam dua minggu kasus yang begitu tinggi langsung drop. tetapi kemudian longgar, dengan PSBB (transisi).ini kasus meledak lagi.

Kondisi Jakarta beda dengan Jawa Tengah, Jawa Barat, padatnya penduduk di sini per kilometer beda dengan di sana, artinya disini kena, potensi menularkan kesana kemari juga tinggi.

Menurut anda cara penanganan corona dengan mengandalkan 3T dari Pemerintah Provinsi DKI Selama tidak tepat?

3T kita di sini mencontoh yang dilakukan oleh Korea dan Taiwan, begitu Korea ketemu kasus pertama mereka di kebaktian, lalu mereka melakukan tracing, mereka tes semua jemaatnya. Dia nanya sama jemaatnya, anda ketemu sama siapa saja? lalu tracing lagi.

Bayu Primanda

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu