News

COVID-19 Sasar Balita, Anies: Kita Hadapi Situasi Wabah yang Berbeda dengan Tahun Lalu

Anies Baswedan menybut 665 anak di Jakarta terpapar corona dalam sehari, hal ini disinyalir karena varain baru dari luar negeri


COVID-19 Sasar Balita, Anies: Kita Hadapi Situasi Wabah yang Berbeda dengan Tahun Lalu
Ilustrasi (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta seluruh masyarakat Ibu Kota meningkatkan kewaspadaan mengingat ledakan COVID-19 di Jakarta sekarang ini banyak menyasar anak -anak. Kondisi sekarang perlu perhatian khusus.

Dia menyebut pekan, lalu sebanyak 665 anak-anak usia 18 tahun ke bawah terpapar wabah, dari jumlah itu 224 di antaranya adalah di bawah lima tahun, presentasinya mencapai 16 persen dari total kasus 5.582 yang ditemukan saat itu.

"Ini perlu perhatian khusus bahwa minggu lalu kita alami kasus harian tertinggi yaitu 5.582 kasus baru. Dari angka itu 665 anak usia 5-18 tahun. kira-kira 12 persen, dan 224 adalah kasus anak di bawah tahun, balita. Jadi 16 persen dari kenaikan kasus adalah anak-anak," kata Anies di Balai Kota di Jalan Medan Meredeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (22/6/2021).

Orang nomor satu di Jakarta ini mengaku situasi ledakan corona kali ini berbeda dengan tahun lalu karena kasus baru banyak ditemui  pada anak-anak. Hal ini disinyalir karena adanya varian baru yang terkonfirmasi masuk ke Ibu Kota.

"Artinya ktia menghadapi situasi wabah yang berbeda dengan awal tahun kemarin. Besar kemungkinan adalah varian baru yang dengan mudah menular termasuk kepada anak-anak," tuturnya.

Anies meminta kepada warga Jakarta agar tidak membiarkan anak-anaknya bermain di luar rumah mengingat situasinya sangat berbahaya. Sebaiknya, kata dia, anak-anak dibiarkan bermain di rumah saja. 

"Saya berharap kepada keluarga di Jakarta lebih berhati-hati. Usahakan di rumah saja. Anak-anak biarkan bermain di rumah saja demi keselamatan semuanya," pintanya.

Anies mengatakan, secara umum penanganan corona pada anak tidak ada bedanya dengan orang dewasa. Hanya saja penanganan pada anak butuh pendampingan dari orang dewasa. Sehingga hal ini menjadi rumit mengingat sebagian anak-anak tidak mudah akrab dengan orang baru kecuali dengan orangtuanya.

"Penanganan untuk anak-anak tentu membutuhkan pendampingan orang dewasa sehingga muncul kompleksitas yang tidak sederhana," pungkasnya.

Ditemui terpisah, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti mengatakan, saat ini Dinas Kesehatan DKI Jakarta terus menambah fasilitas terutama tempat tidur di rumah sakit rujukan COVID-19 termasuk fasilitas kesehatan untuk pasien anak -anak.

Tetapi dia tidak merinci persentasi penambahan fasilitas bagi anak-anak tersebut. Secara umum, saat ini jumlah tempat tidur bagi pasien corona di seluruh rumah sakit tersisa 25 persen saja.  

"Kita, penambahan tempat tidurnya sudah kita lakukan prekonversi. Artinya saat ini sudah jumlah tempat tidur kita sudah lebih tinggi dari pada saat Februari lalu. Tapi kecepatan tempat tidur, tentu harus bisa mengimbangi kecepatan penambahan kasus," kata Widyastuti di Balai Kota DKI Jakarta, hari ini.

Mengingat serangan corona kali ini semakin membabi buta dan dapat menyasar semua kelompok masyarakat, Widyastuti meminta agar warga DKI tetap taat pada protokol kesehatan. Dia tidak menampik jika tingkat kepatuhan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan saat ini mulai menurun karena faktor kejenuhan.

"Apapun penambahan di DKI menjadi kewaspadaan kita untuk betul-betul mengingatkan lagi kepada masyarakat, atas prokes. Mobilisasi kalau tidak sangat perlu dihindari," katanya lagi.[]

Erizky Bagus

https://akurat.co