News

COVID-19 DKI Meroket Lagi, Anies: Ada Gelombang Baru, Tidak Boleh Dianggap Enteng

Anies Baswedan meminta warganya tidak anggap enteng ledakan COVID-19 setelah Lebaran Tahun ini.


COVID-19 DKI Meroket Lagi, Anies: Ada Gelombang Baru, Tidak Boleh Dianggap Enteng
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (AKURAT.CO/Yohanes Antonius)

AKURAT.CO, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku gelombang ledakan COVID-19 kembali terjadi di Jakarta setelah libur panjang Lebaran 2021. Bahkan dalam sepekan belakangan persentase kenaikan kasus aktif di Jakarta cukup mengkhawatirkan.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayan ini meminta masyarakat tidak anggap enteng gelombang baru ledakan wabah ini sebab posisi Jakarta bisa genting kalau ledakan wabah corona kali ini gagal diantisipasi.

"Saya ingin sampaikan kepada semuanya bahwa kondisi yang dihadapi oleh kita semua di Indonesia termasuk di Jakarta, ada sebuah gelombang baru yang tidak boleh dianggap enteng karena lonjakan pertumbuhan kasusnya itu banyak," kata Anies Baswedan di Kantor PMI DKI di Kawasan Salemba, Jakarta Pusat Senin (14/6/2021).

Kenaikan kasus corona di Jakarta diakibatkan mobilitas masyarakat di luar rumah jelang Idul Fitri 1442 H  baik yang berangkat mudik maupun yang berkerumun di pasar-pasar, belum lagi silaturahmi tatap muka pada hari raya juga disebut memantik munculnya kasus baru.

Mengantisipasi agar sebaran penularan coroan ini merembet ke mana-mana, Anies Baswedan meminta warganya untuk tetap ada di rumah. Semua kegiatan bisa dilakukan secara daring kecuali untuk kebutuhan yang sangat mendesak.

"Saya mengajak seluruh masyarakat sadari bahwa kita masih dalam kondisi pandemi artinya tinggalah di rumah kecuali untuk kebutuhan yang urgent, untuk kebutuhan yang mendasar. selebihnya tinggallah di rumah," pintanya.

Bagi kelompok masyarakat yang bergerak dibidang esensial, Anies meminta agar tetap menerapkan protokol kesehatan ketika sedang bekerja di luar rumah. Jika lengah risikonya sangat besar terpapar wabah mematikan ini.

"Para pelaku usaha dan ekonomi, sosial, budaya, agama pastikan protokol Kesehatan ditaati. Itu adalah bagian dari sikap bertanggung jawab untuk melindungi diri kita sendiri, lingkungan kita, keluarga kita," tutupnya.

Perlu diketahui pada  6 Juni 2021 jumlah kasus aktif di Jakarta adalah 11.500, dan pada hari ini naik menjadi 17.400 kasus aktif. Dalam sepekan telah terjadi peningkatan 50 persen[]