News

Pemprov DKI: Rumah Sakit COVID-19 Hampir Penuh

Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mengakui 140 rumah sakit rujukan COVID-19 di Ibu Kota sudah nyaris penuh


Pemprov DKI: Rumah Sakit COVID-19 Hampir Penuh
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tangsel melakukan tes usap atau swab test bagi seluruh pegawai, Sabtu (12/12/2020). (AKURAT.CO/Izqi)

AKURAT.CO, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mengakui 140 rumah sakit rujukan COVID-19 di Ibu Kota sudah nyaris penuh seiring lonjakan wabah mematikan yang belum bisa dibendung sampai saat ini.

Adapun kasus harian corona di Jakarta sejak ledakan gelombang kedua ini berkisar dari 3.000 hingga 5.000 kasus. Namun pada Kamis (24/6/2021) kasus corona di DKI 7.505 kasus. Ini adalah rekor kasus harian terbanyak di DKI selama setahun setengah corona melanda Jakarta.

"Jumlah keterisian tempat tidur isolasi maupun ICU di RS rujukan COVID-19 di Jakarta juga hampir penuh," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia kepada wartawan, Kamis (24/6/2021).

Dwi mengatakan, keterisian seluruh rumah sakit rujukan itu hingga hari ini sudah mencapai 90 persen.  Sedangkan kondisi ruang ICU juga kini sudah sangat menipis dengan tingkat keterisian 86 persen. 

Kondisi kritis itu sudah berlangsung selama dua hari belakangan ini.

"Hingga 23 Juni, total tempat tidur yang disiapkan pada 140 RS yang merawat COVID-19 di Jakarta terisi 90 persen," ujarnya.

Adapun total tempat tidur yang disiapkan di 140 rumah sakit rujukan itu sebanyak 9.852.  Dan 1.218 tempat tidur ICU.  Jumlah pasien yang saat ini dirawat di ruang isolasi biasa mencapai 8.874 orang sedangkan di ruang ICU sebanyak 1.048 orang.

"Deri 9.852 tempat tidur isolasi yang saat ini terisi 90 atau 8.874 pasien, lalu sebanyak 1.218 tempat tidur ICU yang kini terisi 86 atau 1.048 pasien," tutur Dwi.

Saat ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mengupayakan perubahan rumah sakit darurat dan tempat isolasi pasien corona mengingat lonjakan kasus semakin tinggi setiap hari.

Adapun tempat isolasi alternatif itu disediakan di Rumah susun,  Gelanggang Olahraga Remaja (GOR), wisma, masjid hingga gedung sekolah yang diproyeksikan dapat menampung sekitar 9.000 pasien. 

Saat ini tempat isolasi yang sudah mulai dibuka adalah rumah susun Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara yang bisa menampung 2.500 pasien, tetapi tempat ini hanya dipakai untuk menampung pasien corona tanpa gejala, yang bergejala ringan atau berat tetap dilarikan ke rumah sakit

"Pemprov DKI Jakarta juga akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat dalam menyiapkan fasilitas isolasi mandiri terkendali yang tersebar di sejumlah wilayah, seperti penggunaan Rusun, salah satunya Rusun Nagrak, dan sejumlah GOR," pungkasnya.[]