News

Covid-19 Menggila, Netty Aher: Jangan Bawa Anak-anak ke Mall!

Anak-anak adalah generasi masa depan bangsa yang harus dijaga kesehatannya


Covid-19 Menggila, Netty Aher: Jangan Bawa Anak-anak ke Mall!
Anak-anak saat bermain air di sungai kawasan Lodan, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (13/3/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher menyoroti banyaknya anak-anak sebagai kelompok rentan yang sudah terpapar COVID-19. Berdasarkan data, Jakarta mencatatkan penambahan kasus harian sebanyak 5.582 kasus, 879 di antaranya adalah anak-anak.

Untuk itu, Netty mengimbau kepada para orang tua agar disiplin menjalankan prokes dan menimalisir membawa anak-anak ke luar rumah yang potensi penularannya tinggi.

"Orang tua juga bertanggungjawab memberikan perlindungan pada anak-anak dari serangan virus. Pastikan anak-anak mendapat asupan memadai, istirahat yang cukup, dan tetap tinggal di rumah," tegas Netty sebagaimana yang dikutip AKURAT.CO, Rabu (23/6/2021).

"Jangan malah orang tua yang membawa anak-anak ke mall atau tempat wisata dengan alasan mengatasi kejenuhan. Anak-anak adalah generasi masa depan bangsa yang harus dijaga kesehatannya," sambungnya.

Selain itu, Netty juga meminta pemerintah agar memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna mengendalikan lonjakan kasus COVID-19 di zona-zona merah.

Dia menilai, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro terbukti tidak efektif menahan mobilitas masyarakat.

"Akibatnya lonjakan kasus COVID-19 sulit dikendalikan. Pemerintah harus segera berlakukan  PSBB, bahkan lockdown total,” terangnya.

Menurut Netty, pandemi akan efektif dikendalikan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, tegas dan melibatkan partisipasi luas dari masyakarat. 

"Masyarakat harus dipaksa agar disiplin prokes melalui aturan yang ketat dan tegas. Tanpa aturan yang tegas dan setengah hati, masyarakat yang sudah jenuh dengan keadaan pandemi akan abai dan tidak peduli," pungkasnya.

Diketahui, meningkatnya aktivitas di luar rumah dan interaksi dengan banyak orang kala lebaran membuat kasus Covid-19 meningkat pada klaster anak. Salah satunya seperti di Kota Depok.

Sebanyak 10.634 anak dan remaja usia 0-19 tahun positif COVID-19 dalam kurun waktu sejak Maret 2020 hingga Juni 2021.

"Hingga kemarin kami mencatat anak dan remaja yang terpapar selama pandemi COVID-19 mencapai 10.634 kasus atau 19,23 persen," ujar Juru Bicara Tim Satgas Penanganan COVID-19 Kota Depok, Dadang Wihana, Rabu (23/6/2021). 

Dadang mengatakan mereka kebanyakan tertular COVID-19 dari orang tua yang bekerja kantoran. Selain itu, Dadang juga mengatakan penularan COVID-19 di kalangan remaja terjadi karena mereka abai protokol kesehatan saat nongkrong dan berkumpul.

"Ini yang menyebabkan remaja terpapar karena saat nongkrong kerap berkumpul dan abai protokol kesehatan," katanya.[]

Bayu Primanda

https://akurat.co