News

Covid-19 Menggila di Korea Selatan: Infeksi Harian 5.000 Kasus, 90 Persen ICU di Seoul Terisi

Lonjakan ini dimulai pada awal November setelah protokol Covid-19 di sana mulai dilonggarkan.


Covid-19 Menggila di Korea Selatan: Infeksi Harian 5.000 Kasus, 90 Persen ICU di Seoul Terisi
Para ahli menyarankan diterapkannya kembali protokol jarak sosial akibat melonjaknya kasus Covid-19 di Korea Selatan. (Foto: REUTERS) ()

AKURAT.CO Korea Selatan mencetak rekor infeksi harian baru usai 5.123 kasus baru Covid-19 dilaporkan pada Rabu (1/12). Lonjakan ini dimulai pada awal November setelah protokol Covid-19 di sana mulai dilonggarkan. Pemerintah pun mengatakan pada Senin (29/11) akan menunda pelonggaran lebih lanjut akibat tekanan pada sistem perawatan kesehatannya dan mengantisipasi ancaman varian baru.

Dilansir dari Reuters, hampir 92 persen warga dewasa di sana sudah divaksin lengkap. Negeri Ginseng kini berfokus pada vaksinasi anak-anak dan program booster. Namun, para ahli memperingatkan kalau jumlah kasus akan terus meningkat sampai mereka yang tak divaksinasi memperoleh kekebalan melalui infeksi.

Meski negara tetangganya, Jepang, berhasil membendung penularan, Korea Selatan mengikuti tren yang dialami banyak negara lain.

baca juga:

"Untuk memperlambat laju gelombang infeksi saat ini, otoritas dapat menurunkan jumlah kasus dengan menerapkan kembali sejumlah protokol jarak sosial," saran Jung Jae-hun, seorang profesor kedokteran preventif di Universitas Gachon.

Sebanyak 723 pasien kini dirawat di rumah sakit dengan penyakit Covid-19 yang parah. Jumlah kasus parah ini melonjak tajam dibandingkan dengan hanya di bawah 400 pada awal November. Sekarang, hampir 90 persen tempat tidur ICU di wilayah Seoul terisi, sedangkan 842 pasien mengantre.

Untuk melonggarkan tekanan di rumah sakit dan pusat perawatan, Korea Selatan pekan ini mulai menjadikan perawatan di rumah sebagai standar untuk pasien dengan infeksi ringan. Jadi, hanya kasus yang lebih parah dirawat di rumah sakit. Pusat perawatan rumahan juga akan diperluas.

Asosiasi Kedokteran Korea (KMA) pun mendesak pemerintah untuk mendirikan fasilitas perawatan dan mengizinkan perawatan antibodi untuk pasien berisiko tinggi sebelum gejalanya makin parah. Mereka juga mendesak pemerintah agar menangguhkan pengecualian karantina sementara bagi sejumlah kedatangan untuk mencegah masuknya varian Omicron.

Sejauh ini, Korea Selatan belum melaporkan kasus Omicron, tetapi sedang menyelidiki suspek pelancong yang datang dari Nigeria.

Sementara itu, otoritas akan memobilisasi struktur administrasi untuk mengamankan tempat tidur rumah sakit, setidaknya 1.300 tambahan pada pertengahan Desember, menurut Menteri Dalam Negeri dan Keamanan Jeon Hae-cheol.

Lebih dari 84 persen pasien Covid-19 yang sakit parah berusia 60 tahun ke atas. Para ahli pun telah menunjukkan berkurangnya tingkat antibodi dari vaksin. Mereka sontak mendesak lansia untuk disuntik booster.

Korea Selatan telah memvaksinasi lengkap hampir 80 persen dari 52 juta penduduknya. Program booster-nya pun akan diperluas untuk orang dewasa berusia 18-49 tahun pada Sabtu (4/12).[]