News

Masyarakat Diminta Tak Menggelar Nobar Piala Eropa

Masyarakat harus sadar bahwa tempat isolasi dan rumah sakit sudah penuh


Masyarakat Diminta Tak Menggelar Nobar Piala Eropa
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (Dpr.go.id)

AKURAT.CO, Perhelatan turnamen sepakbola Piala Eropa selalu menjadi tayangan favorit bagi masyarakat Indonesia. Terlebih saat ini akan segera memasuki fase 16 besar yang mempertemukan tim-tim unggulan dari Benua Biru.

Untuk itu, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, meminta kepada masyarakat agar tidak menggelar nobar. Hal ini mengingatkan angka penyebaran virus COVID-19 yang sedang meninggi dan mengkhawatirkan.

"Cukup nonton di rumah masing-masing saja. Ingat, grafik Covid 19 sedang sangat meningkat," ujar Dasco sebagaimana yang dikutip AKURAT.CO, dalam keterangan tertulis, Kamis (24/6/2021).

Selain itu, Dia meminta kepada aparat dan birokrat setempat terus gencar melakukan patroli untuk mengantisipasi adanya nobar Piala Eropa.

"Dan saya minta kepada seluruh lapisan masyarakat untuk memiliki kesadaran bersama dalam menanggulangi wabah Covid 19 ini," tegasnya.

Dasco menyadari bahwa nobar sepakbola adalah kegiatan positif dalam menjaga nilai-nilai sosial dan bermasyarakat, namun tidak untuk saat ini.

Karena menurutnya, masyarakat harus sadar bahwa tempat isolasi dan rumah sakit sudah penuh dan kewalahan dalam menangani pasien yang terjangkit COVID-19.

"Jangan sampai gara-gara nobar perempat final, jadi tidak bisa nonton pertandingan final karena harus diisolasi karena terjangkit COVID-19. Jadi, tolong nonton Piala Eropa-nya di rumah saja," pungkasnya.

Seperti diketahui, hari ini kasus COVID-19 dilaporkan bertambah dan sudah mencapai 20.574 dalam sehari, pada Kamis (24/6/2021).

Di mana sebelumnya pada 23 Juni ada 15.308 kasus dalam sehari. Sehingga, total kasus COVID-19 di Indonesia saat ini sebanyak 2.053.995 kasus. Dari jumlah tersebut ada 171.542 sebanyak merupakan kasus aktif. Kemudian, sebanyak 355 orang meninggal dunia akibat COVID-19.

Namun, dilaporkan kasus yang sembuh hari ini tercatat bertambah 9.201 orang. Sehingga total sebanyak 1.826.504 orang sembuh. Jumlah suspek COVID-19 kini sebanyak 126.696 orang.[]