News

COVID-19 DKI Pecah Rekor Lagi, Kasus Hari Ini Tembus 4.737 Orang

Pada hari ini, Jumat (18/6/2021) kasus di Jakarta tembus 4.737 orang, jumlah ini menjadi yang terbanyak sepanjang pandemi masuk Jakarta sejak 2020.


COVID-19 DKI Pecah Rekor Lagi, Kasus Hari Ini Tembus 4.737 Orang
Aparatur Sipil Negara (ASN) saat mengikuti tes usap (swab test) di Kompleks Balai Kota Provinsi DKI, Jakarta Pusat, Jumat (15/1/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Kasus COVID-19 di DKI Jakarta kian mengkhawatirkan. Berdasarkan data terkini, kasus harian di Ibu Kota terus menanjak naik.

Bahkan pada hari ini, Jumat (18/6/2021) kasus di Jakarta tembus 4.737 orang.

Angka ini menjadi yang terbanyak alias pecah rekor jumlah kasus harian terbanyak di Jakarta sepanjang pandemi masuk Jakarta pada 2020 lalu.

"17.368 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 4.737 positif dan 12.631 negatif. Selain itu, dilakukan pula tes Antigen hari ini sebanyak 4.554 orang dites, dengan hasil 455 positif dan 4.099 negatif," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia kepada wartawan Jumat (18/6/2021) malam.

Adapun jumlah kasus aktif COVID-19 di Jakarta naik sejumlah 2.173 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 24.511. Sebagian dari mereka masih menjalani perawatan, dan ada beberapa diantaranya yang menjalani isolasi mandiri.

Sedangkan, jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 463.552 kasus. Perlu diketahui, hasil tes antigen positif di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif karena semua dikonfirmasi ulang dengan PCR.

Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 431.264 dengan tingkat kesembuhan 93,0 persen dan total 7.777 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,7 persen. Sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,8 

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 21,8 persen sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 11,1 persen.

"WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen," tutup Dwi.

Sebagai informasi, Menjaga jarak dianggap kebiasaan baru yang paling sulit dilakukan karena menyadari manusia adalah makhluk sosial. 

Hal ini jelas menjadi tantangan, karena Covid-19 akan lebih mudah dimusnahkan bila masyarakat disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. 

Oleh karena itu, wajib setiap orang untuk mentaati protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. 

Berikut adalah lima hal yang perlu dihindari kapan dan di manapun saat beraktivitas bersama orang lain: 

1. Selalu jaga jarak aman, minimal 1 meter (m) menghindari kerumunan.

 2. Selalu hindari kontak erat seperti bersalaman dan berpelukan. 

3. Selalu pakai masker menutupi hidung, mulut hingga dagu. 

4. Selalu cuci tangan pakai sabun atau cairan antiseptik. 

5. Selalu ikuti aturan pemerintah serta protokol di tempat umum dan usaha.[]

[]

Bayu Primanda

https://akurat.co