News

COVID-19 DKI Naik Lagi, Wagub DKI: Mungkin Masyarakat Capek 

Kasus COVID-19 di DKI kembali meroket setelah libur Idul Fitri 1442 H


COVID-19 DKI Naik Lagi, Wagub DKI: Mungkin Masyarakat Capek 
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (26/4/2021) (AKURAT.CO/Yohanes Antonius)

AKURAT.CO, Kasus COVID-19 di Jakarta kembali meroket pasca libur Lebaran 2021. Dinas Kesehatan DKI Jakarta bahkan mencatat adanya temuan 800 klaster baru setelah libur Idul Fitri.

Menanggapi hal ini Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku banyak faktor yang memicu kenaikan kasus corona saat ini, salah satunya abainya masyarakat pada protokol kesehatan. 

Dia menyebut masyarakat sudah merasa jenuh dengan kondisi pandemi selama setahun belakangan sehingga tingkat kewaspadaan mengantisipasi penularan wabah ini ikut menurun.

"Sebagian masyarakat mulai kurang kontrol dan abai, mulai tidak hati-hati lagi mungkin karena capek sudah setahun lebih," kata Ariza ketika ditemui di kawasan Slipi, Jakarta Barat, Jumat (11/6/2021).

Penyebab lain yang memicu naiknya kasus corona Jakarta lanjut Ariza adalah kegiatan masyarakat di luar rumah pada masa lebaran, silaturahmi tatap muka dan kegiatan mudik juga turut menyumbang naiknya kasus corona di Ibu Kota.

"Kenaikan COVID-19 masih ada beberapa penyebab diantaranya masih ada peningkatan mudik lebaran kemarin dampak dari juga interaksi semakin tinggi dalam dan luar kota karena sudah dibuka. Yang datang dari luar negeri juga terjadi peningkatan beberapa minggu terakhir ini," tuturnya.

Lantaran kasus naik lagi, Ariza meminta masyarakat Jakarta untuk tetap taat pada protokol kesehatan, pihaknya bakal menindak tegas warga yang melanggar.

"Sekali lagi kami ingatkan perjuangan kita melawan pandemi ini belum selesai jadi jangan lengah jangan abai jangan santai harus sungguh-sungguh," tandasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan setempat mencatat adanya temuan 800 kalster baru setelah Lebaran yang tersebar merata di lima kota administrasi Jakarta dengan total pasien lebih dari 1.400 orang. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia mengatakan, munculnya klaster baru karena berbagai kegiatan masyarakat saat libur Lebaran, seperti mudik, menggelar pertemuan tatap muka kendati kegiatan itu dilarang pemerintah.

Dwi mengatakan, dalam satu klaster penularan COVID-19 jumlah pasien paling sedikit dua orang. Paling banyak terdapat di kawasan Cipayung, dengan jumlah pasien COVID-19 mencapai 104 orang.

"Intinya tadi, klaster itu bisa kecil, bisa besar, kalau dua orang punya riwayat penularan yang sama itu juga menjadi klaster namanya. Sehingga tadi, beberapa tempat kita lihat ada klaster yang sampai 20 orang karena riwayat melakukan kegiatan bareng-bareng. Silaturahmi warga, kemudian ada yang memang riwayat perjalanan," tuturnya.[]

Bayu Primanda

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu