News

COVID-19 DKI Menggila, Anies Perintahkan Semua Kegiatan di Jakarta Berhenti Jam 9 Malam

Untuk menekan lonjakan, Anies Baswedan memerintahkan agar semua kegiatan di Ibu Kota dihentikan pada pukul 9 malam


COVID-19 DKI Menggila, Anies Perintahkan Semua Kegiatan di Jakarta Berhenti Jam 9 Malam
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat mendatangi Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17/11/2020). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Gubernur DKI Jakarta kembali melakukan pengetatan kegiatan masyarakat menyusul ledakan COVID-19 di Ibu Kota yang semakin parah dari hari ke hari. Bahkan sampai sekarang jumlah kasus harian corona di Ibu Kota sudah melampaui 4.000 pasien.

Untuk menekan lonjakan, Anies memerintahkan agar semua kegiatan di Ibu Kota dihentikan pada pukul 9 malam. Hal ini disampaikan Anies Baswedan saat menggelar apel bareng TNI-Polri di Monas,Gambir Jakarta Pusat Jumat (18/6/2021) malam.

"Kita semua yang pada hari ini melakukan apel, akan melakukan operasi penertiban seluruh kegiatan yang ada di Jakarta harus tutup pukul 9 malam," kata Anies.

Orang nomor satu di Jakarta ini mengatakan, mulai malam ini, petugas gabungan akan berpatroli mengawasi seluruh kegiatan masyarakat, jika kedapatan melanggar bakal disanksi tegas sesuai peraturan yang berlaku.

"Petugas kita akan memeriksa, mengawasi, menindak bila terjadi pelanggaran, dan kami meminta kepada seluruh masyarakat bila menyaksikan pelanggaran laporkan. Gunakan aplikasi Jaki, laporkan ke situ, sehingga kami bisa bertindak," ujarnya.

Selain membatasi kegiatan hingga jam 9 malam, Anies mengatakan kegiatan di tempat usaha, atau perkantoran harus menerapkan protokol kesehatan yakni maksimal 50 persen dari dari kapasitas normal. Kecuali tempat usaha di kawasan zona merah hanya 25 persen.

"Karena itu kepada semuanya pengelola tempat-tempat di mana banyak berkumpul seperti pusat pertokoan, pusat-pusat kegiatan di mana masyarakat datang, pastikan kapasitas 50 persen tidak dilampaui. Maksimal 50 persen," tuturnya.

Lebih lanjut Anies mengatakan, penanganan corona di Jakarta tidak bisa mengandalkan pemerintah saja, masyarakat juga diminta berperan aktif.

"Tempat kegiatan di Jakarta puluhan ribu, karena itu pengawasannya harus bersama-sama. Ini perjuangan semua harus terlibat, semua harus ambil tanggung jawab. Kemudian di lapangan nanti, petugas kita akan memastikan bahwa prokes, seperti penggunaan masker, jumlah orang di dalam sebuah fasilitas sesuai dengan ketentuan," tuntasnya.[]

Bayu Primanda

https://akurat.co