News

COVID-19 DKI Kumat Lagi, Ratusan Jenazah Dimakamkan Dalam Kurun 3 hari Terakhir

Rekor pemakaman jenazah COVID-19 terbanyak terjadi pada Rabu (23/6/2021) kemarin dengan total jenazah yang dikubur sebanyak 180.


COVID-19 DKI Kumat Lagi, Ratusan Jenazah Dimakamkan Dalam Kurun 3 hari Terakhir
Petugas memakamkan jenazah korban COVID-19 di TPU Rorotan, Jakarta, Jumat (18/6/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Tingkat kematian pasien COVID-19 turut melonjak naik setelah terjadi ledakan wabah mematikan itu selama beberapa pekan terakhir ini. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tak menampik hal ini. 

Kurva angka kematian meningkat lantaran jumlah penderita wabah ini cenderung merangkak ke atas.

“Lonjakan bukan hanya terjadi pada angka kasus positif saja, tetapi juga pada jumlah pemakaman dengan protap COVID-19 di Jakarta," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia kepada wartawan  Kamis (24/6/2021).

Dwi menjelaskan, rekor pemakaman jenazah COVID-19 terbanyak terjadi pada Rabu (23/6/2021) kemarin dengan total jenazah yang dikubur sebanyak 180.

Angka kematian itu bahkan kembali melonjak pada hari ini. Hingga pukul 12.00 WIB tadi sudah 132 jenazah dimakamkan. Diperkirakan angkanya terus bertambah hingga malam nanti.

"Pada 22 Juni terdapat 150 pemakaman, lalu 23 Juni sebanyak 180 pemakaman, dan sampai dengan pukul 12 siang hari ini sudah 132 pemakaman yang menggunakan protap COVID-19," ujar Dwi.

COVID-19 DKI Jakarta kembali pecahkan rekor dengan total kasus 7.505 pada Kamis (24/6/2021). Angka ini menjadi yang paling tinggi sepanjang satu tahun setengah corona masuk Jakarta. Sebelumnya jumlah kasus harian berkisar dari 3.000 hingga 5.000 kasus.

"Situasi ini tidak bisa dibiarkan, kita harus waspada dan mencegah penyebaran COVID-19 ini bersama-sama,” pintanya.

Jenazah Pasien COVID-19 Diangkut Pakai Truk

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akhirnya mengakui bahwa mereka menggunakan truk milik Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI untuk mengangkut jenazah pasien COVID-19.

Hal ini dibuka Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta Edi Sumantri dalam rapat bersama Komisi C DPRD DKI Jakarta Rabu (22/6/2021).

Edi mengaku, pihaknya mengakut jenazah pasien COVID-19 menggunakan truk lantaran ambulans sudah tak tersedia lagi.

Dia tidak merinci jumlah truk yang dipakai, namun kata dia satu truk mampu membawa 8 jenazah menuju tempat pemakaman. 

"Ambulans tidak mungkin lagi, (akhirnya diangkut) dengan truk dengan kapasitas satu truk delapan peti," kata Edi.

Adapun jumlah jenazah saat itu lanjut edi sebanyak 146, sedangkan jumlah ambulans tidak sangat minim sementara jenazah COVID-19 harus segera dimakamkan setelah meninggal menurut peraturan kesehatan.

Edi mengaku jumlah jenazah ini menjadi yang paling banyak selama pandemi corona mewabah di Jakarta. Kata dia paling banyak adalah 75 orang

"Gelombang satu tertinggi 75 orang dalam satu hari, itu gelombang satu tahun lalu. Tahun ini baru jam 18.00 WIB sudah ada 146 orang," imbuhnya.[]