News

COVID-19 DKI Jakarta Meroket, Anies Baswedan Ogah Stop Kegiatan di Tempat Ibadah

Meski Covid-19 di DKI Jakarta meroket, Gubernur Anies Baswedan enggan menyetop kegiatan di tempat ibadah. Ia hanya mengurangi jumlahnya hanya 50 persen.


COVID-19 DKI Jakarta Meroket, Anies Baswedan Ogah Stop Kegiatan di Tempat Ibadah
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat mendatangi Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17/11/2020). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak mengubah aturan kegiatan peribadatan di Ibu Kota meski kasus COVID-19 kembali meroket, sejak seminggu terakhir ini.

Pemprov DKI Jakarta tetap mengizinkan kegiatan ibadah dengan kapasitas 50 persen dari daya tampung ruangan tempat ibadah.

Peraturan ini telah lama berlaku sejak Pemprov DKI Jakarta menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro beberapa waktu lalu.

Pemprov DKI telah mengkonfirmasi hal ini lewat Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 759 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro yang diteken Anies Baswedan pada Kamis (18/6/2021) kemarin.

"50 persen dari kapasitas dengan penerapan protokol kesehatan, kecuali di zona merah, protokol kesehatan dilakukan lebih ketat," kata Anies dalam Kepgub yang dikutip AKURAT.CO, Jumat (18/6/2021).

Sementara PPKM untuk perkantoran ada pemangkasan jumlah karyawan yang boleh bekerja di kantor (work from office) yang sebelumnya 50 persen dikurangi menjadi 25 persen. Peraturan itu berlaku untuk perkantoran di zona merah COVID-19, sedangkan perkantoran di zona oranye dan kuning tetap 50 persen.

"Zona merah Work From Home (WFH) sebesar 75 persen, dan Work From Office 25 persen dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat," kata Anies.

Kegiatan peribadatan sudah pernah ditiadakan sementara waktu oleh Gubernur Anies Baswedan pada 2020 lalu, ketika ledakan pertama COVID-19  terjadi di Jakarta. Namun saat kasus Covid-19 melandai, tempat ibadah kembali dibuka dengan penerapan protokol kesehatan ketat.

Kini, Jakarta kembali mengalami ledakan corona imbas libur Lebaran beberapa waktu lalu.  Kasus harian terus bergerak naik, bahkan  pada Kamis (17/6) kasus harian tembus ke angka 4.000. Daya tampung rumah sakit dan tempat isolasi mulai penuh, salah satunya di Wisma Atlet, Kemayoran. 

Seminggu terakhir, terjadi lonjakan dua kali lipat jika dibanding dengan rata-rata kasus harian sepekan sebelumnya. Imbas ledakan kasus kali ini, fasilitas kesehatan seperti tempat tidur di 106 rumah sakit rujukan di Jakarta makin sedikit, hanya tersisa 25 persen. []