News

Covid-19 DKI Jakarta Hari Ini Bertambah 5.525 Kasus

Semua masyarakat diimbau tetap waspada dan menjaga protokol kesehatan


Covid-19 DKI Jakarta Hari Ini Bertambah 5.525 Kasus
Ilustrasi (AKURAT.CO)

AKURAT.CO, Kasus harian Covid-19 di DKI Jakarta dilaporkan mengalami kenaikan jika dibandingkan jumlah kasus harian pada hari sebelumnya.

Keterangan resmi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ini diumumkan di akun Instagram Pemprov DKI @dkijakarta pada Rabu (28/7/2021) ini memperlihatkan bahwa kasus positif Covid-19 kini capai 5.525 orang dari sebelumnya pada 27 Juli 3.567 orang.

Hari ini juga tercatat jumlah kasus aktif di Ibu Kota sebanyak 5.592 orang.

Kemudian, pasien yang dinyatakan sembuh dari paparan wabah Covid-19 sudah mencapai 757.122 orang, dimana tercatat 11.035 pasien yang dinyatakan pulih pada hari ini.

Sementara itu, untuk total pasien yang meninggal dunia mencapai 11.688 orang. Hari ini tercatat sebanyak 82 pasien yang wafat. 

Diketahui, kasus covid-19 di Indonesia pada hari ini bertambah sebanyak 47.791 kasus. Jadi, total menjadi 3.287.727 kasus Covid-19.

Kasus pasien sembuh dari Covid-19 juga bertambah 43.856. Maka, total 2.640.676 orang telah sembuh dari Covid-19 dan untuk kasus kematian terkait Covid-19 sebanyak 1.824. Hingga kini tercatat 88.659 orang meninggal akibat Covid-19.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menunjukkan kasus Covid-19 di Ibu Kota mulai mengalami tren penurunan selama sepekan belakangan ini.

Penurunan tersebut tercermin dari presentasi angka positivity rate selama ledakan corona gelombang kedua yang angkanya berangsur membaik dari hari ke hari.

"Mengenai tren, kalau melihat pandemi, lihat nomor satu adalah angka positif rate-nya," kata Anies dalam sebuah diskusi virtual yang digelar Kadin Indonesia di kanal YouTube, Minggu (25/7/2021).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengakui bahwa diawal ledakan gelombang kedua yang terjadi sejak bulan lalu, positif rate penularan Covid-19 DKI langsung menanjak naik 43 persen.

Angka itu jauh dari standar aman yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dimana standar amannya adalah 5 persen.

"Angka positice rate kita di Jakarta itu pernah sampai 43 persen di tanggal 1 Juli 2021 lalu," tutur Anies.[]