News

COVID-19 Diduga Telah Beredar di AS sejak Awal Desember 2019, China Desak Penyelidikan WHO

Menurut studi NIH, setidaknya 7 orang di AS terinfeksi SARS-CoV-2, virus corona penyebab COVID-19, sejak awal Desember 2019.


COVID-19 Diduga Telah Beredar di AS sejak Awal Desember 2019, China Desak Penyelidikan WHO
Ilustrasi virus corona.

AKURAT.CO, Seorang ahli epidemiologi senior China mendesak agar Amerika Serikat (AS) juga diselidiki terkait asal-usul COVID-19. Pasalnya, sebuah penelitian menunjukkan penyakit ini diduga telah beredar di sana pada awal Desember 2019. Hal ini dilaporkan oleh media pemerintah China Global Times pada Kamis (17/6).

Dilansir dari Reuters, studi yang diterbitkan pekan ini oleh Institut Kesehatan Nasional AS (NIH) menunjukkan setidaknya 7 orang di 5 negara bagian AS terinfeksi SARS-CoV-2 beberapa pekan sebelum negara itu melaporkan kasus resmi pertamanya.

Menurut hasil penelitian gabungan antara China dan WHO yang diterbitkan pada bulan Maret, COVID-19 kemungkinan besar berasal dari perdagangan satwa liar di Negeri Tirai Bambu. Virus corona diduga masuk ke manusia dari kelelawar melalui spesies perantara.

Namun, Beijing telah mempromosikan teori bahwa COVID-19 masuk ke China dari luar negeri melalui makanan beku yang terkontaminasi saat sejumlah politisi asing mendesak penyelidikan tentang kemungkinan bocornya dari laboratorium.

Sementara itu, Zeng Guang, kepala ahli epidemiologi di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China mengatakan bahwa perhatian harus dialihkan ke AS. Pasalnya, Negeri Paman Sam dinilai lambat menguji masyarakat di tahap awal wabah dan memiliki banyak laboratorium biologi.

"Segala hal terkait senjata biologis yang dimiliki negara itu harus diawasi," desaknya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian pun ikut mengomentari studi AS pada Rabu (16/6). Menurutnya, sekarang jelas wabah COVID-19 memiliki banyak 'asal'. Ia pun mendesak agar negara-negara lain ikut bekerja sama dengan WHO.

Asal-usul pandemi telah menjadi sumber ketegangan politik antara China dan AS. Belakangan ini, banyak yang menyoroti Institut Virologi Wuhan (WIV) yang berada di satu kota tempat wabah pertama kali diidentifikasi pada akhir 2019.

China pun banyak dikritik karena kurang transparan dalam mengungkapkan data tentang kasus awal, begitu juga dengan virus yang diteliti di WIV.

Sebuah laporan laboratorium nasional pemerintah AS pun menyimpulkan bahwa masuk akal virus tersebut telah bocor daru laboratorium Wuhan, menurut pemberitaan Wall Street Journal awal bulan ini. []

Dian Dwi Anisa

https://akurat.co