News

Covid-19 di Indonesia Melandai Berkat Super Immunity, Menkes: Blessing dari Allah

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut kekebalan super jadi salah satu yang membuat kasus Covid-19 di Tanah Air melandai.


Covid-19 di Indonesia Melandai Berkat Super Immunity, Menkes: Blessing dari Allah
Menkes Budi Gunadi Sadikin (AKURAT.CO/Kumoro Damarjati)

AKURAT.CO Sebagian besar masyarakat Indonesia disebut telah memiliki kekebalan super atau super immunity. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut hal inilah yang salah satunya membuat kasus Covid-19 di Tanah Air melandai.

"Riset membuktikan, orang yang paling kuat imunitasnya, istilahnya super immunity, itu adalah orang yang kena kemudian divaksin," kata Budi di SD Muhammadiyah Jogodayoh, Bambanglipuro, Bantul, DIY, Jumat (21/1).

"Jadi kalau orang sudah terinfeksi, antibodinya timbul karena terinfeksi, kemudian divaksinasi, vaksinasinya udah kaya booster yang luar biasa kuat. Itu lebih kuat dibandingkan divaksinasi dulu baru kena (Covid-19)," sambungnya.

baca juga:

Menurut Budi, kekebalan super di Indonesia terbentuk usai gelombang besar kasus penularan pada Juni-Juli 2021 silam. Program vaksinasi yang digencarkan mulai September lalu melipatgandakan antibodi masyarakat.

Budi melanjutkan, saat cakupan vaksinasi di Indonesia baru 40 persen pada tahun lalu, sudah ada sekitar 75 persen masyarakat yang memiliki antibodi alami. Hal ini diketahui lewat sero survei (untuk mengetahui tingkat kekebalan komunitas) di 100 kabupaten/kota se-Indonesia dengan total sampel sebanyak 20 ribu dari 34 provinsi.    

"Bapak Presiden (Joko Widodo) bilang, itu Israel, Inggris, Singapura vaksinasi tinggi kok (kasus penularan) tetap naiknya tinggi juga kemarin. Saya bilang, Bapak Presiden, ini sekali lagi rezeki anak saleh," sebutnya.

"Contoh aja waktu itu vaksinasinya baru sekitar 40 persen atau kalau kita mau ambil kelompok umur, ini kan survei di bulan Desember, anak-anak belum mulai vaksinasinya. Itu yang sudah punya antibodi sekitar 75 persen. Artinya apa, banyak yang sudah diberikan vaksinnya oleh Allah Swt. Kita bilangnya infeksi," ucapnya.

"Jadi, Indonesia banyak diberikan blessing dari yang di atas," lanjut Budi lagi.

Masih berdasar sero survei, Budi mengklaim 86,6 persen penduduk Indonesia telah memiliki antibodi terhadap virus corona. 

Hanya saja, Budi tidak mendetail 100 kabupaten/kota yang mengikuti sero survei tersebut. Termasuk, domisili, usia, dan jenis kelamin responden. 

"Antibodi itu timbulnya bisa dua. Satu vaksinasi yang diberikan Pak Jokowi. Satu dari infeksi, yang diberikan Allah Swt. Jadi, kombinasi antibodi yang dari infeksi maupun antibodi yang dari vaksinasi itu sudah 86,6 persen," pungkasnya.[]