News

Covid-19 Bikin Resah, Kemenag Realokasi Anggaran Rp1,981 Triliun

Bentuk komitmen kementerian dalam penanganan Covid


Covid-19 Bikin Resah, Kemenag Realokasi Anggaran Rp1,981 Triliun
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Senin (31/5/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyebut pihaknya telah merealokasi anggaran hampir Rp 2 triliun pada tahun 2021 ini. Anggaran direlokasi untuk berkontribusi dalam menangani pandemi Covid-19.

"Pemerintah sangat serius dalam penanganan pandemi. Anggaran kementerian, termasuk di Kemenag, direalokasi untuk itu," kata Menag Yaqut dalam keterangannya sebagaimana dikutip redaksi, Senin (2/8/2021).

Realokasi anggaran kementerian agama untuk penanganan pandemi dilakukan dalam beberapa tahap. Tahap pertama, sebesar Rp483,54 miliar ikut direalokasi dalam rangka pelaksanaan program vaksinasi. Tahap kedua, Rp712,78 miliar untuk berkontribusi dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), dan Rp385,46 miliar untuk mendukung penanganan pandemi Covid-19.

Kemudian pada tahap keempat anggaran Rp399,91 miliar untuk membantu menyukseskan pelaksanaan PPKM.

"Jadi total anggaran Kemenag yang direalokasi untuk bersama-sama menangani kondisi pandemi mencapai Rp1,981 triliun," paparnya.

Ia menuturkan realokasi anggaran menjadi bentuk komitmen Kemenag dalam penanganan pandemi. Selain itu, Kemenag juga melakukan afirmasi lain, misalnya dalam bentuk kebijakan pengurangan uang kuliah tunggal (UKT) mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN), pemberian bantuan penanganan Covid-19 untuk pesantren, bekerjasama dengan Baznas dalam vaksinasi kiai dan santri, serta menggulirkan program sertifikasi halal gratis bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK). 

Untuk memastikan pendidikan di madrasah tetap berjalan, Kemenag juga melakukan sejumlah afirmasi pada penguatan pembelajaran digital. Misalnya, menyiapkan anggaran Bantuan Afirmasi Madrasah hingga mencapai Rp399,9 miliar yang diimplementasikan melalui Program Realizing Education’s Promise – Madrasah Education Quality Reform. 

Anggaran ini, kata Menag, diperuntukkan bagi 2.666 madrasah dan bisa dimanfaatkan dalam penguatan digitalisasi madrasah.

"Program digitalisasi madrasah bahkan sudah dilakukan sejak 2019, sebelum pandemi. Sejumlah program yang dilakukan antara lain merevisi juknis relaksasi pemanfaatan dana BOS hingga bisa digunakan untuk menunjang sistem pembelajaran online," kata dia.

Upaya lainnya adalah memberikan bantuan pengadaan server dan Jaringan Komputer CBT (Computer Based-Test) untuk semua jenjang, baik itu Madrasah Aliyah, Tsanawiyah maupun Ibtidaiyyah.[]