News

Covid-19 Banyak Renggut Nyawa Rakyat, AHY: Sampai Kapan Indonesia?

AHY pun mempertanyakan ingin sampai kapan Indonesia seperti ini. Sejatinya, negara hadir untuk menyelamatkan rakyatnya.


Covid-19 Banyak Renggut Nyawa Rakyat, AHY: Sampai Kapan Indonesia?
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat memberikan keterangan pers terkait respons terhadap pernyataan KSP Moeldoko di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Senin (29/3/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menanggapi menurunnya peringkat Indonesia versi Bank Dunia yang tadinya berkategori negara berpenghasilan menengah ke atas pada 2019, kini menjadi negara berpenghasilan menengah ke bawah pada 2020.

Penurunan ini juga menjadi salah satu pengaruh karena adanya dampak pandemi Covid-19 di Indonesia yang sampai saat ini belum usai.

AHY pun berkomentar dan mengatakan bahwa seharusnya peringkat Indonesia tidak seharusnya turun. Terlebih di tengah pandemi.

"Idealnya, kita selalu naik kelas. Jangan tinggal kelas, apalagi turun kelas. Masalah gentingnya, bukan di mana status kelas kita saat ini, tapi mampukah negara ini menyelamatkan rakyatnya dari Covid?" Kata AHY sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari Twitter @AgusYudhoyono pada Kamis (8/7/2021).

AHY menuturkan, wabah Covid-19 yang mengganas juga menjadi salah satu yang membuat miris. Banyak orang tumbang akibat virus corona dan banyak masyarakat yang sakit akibat positif Covid-19.

AHY pun mempertanyakan ingin sampai kapan Indonesia seperti ini. Sejatinya, negara hadir untuk menyelamatkan rakyatnya.

"Hampir sekian menit sekali terdengar sirine kencang ambulans. Hampir sekian jam sekali terima berita duka dari yang kita kenal. Ini mengkonfirmasi, setiap hari ada rekor baru, baik jumlah yang positif terpapar, maupun yang meninggal dunia, sampai kapan Indonesia?” ujar dia.

Sebelumnya, Ibas mempertanyakan sikap pemerintah perihal penanganan virus Corona di Tanah Air yang dianggapnya kian mengganas.

"COVID-19 makin 'mengganas'. Keluarga, sahabat dan di lingkungan kita banyak yang terpapar bahkan meninggal dunia," kata Ibas sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari foto Fraksi Partai Demokrat DPR RI di Twitter @FPD_DPR.