News

Corona Merebak, Call Centre 119 Kebanjiran Panggilan Masyarakat


Corona Merebak, Call Centre 119 Kebanjiran Panggilan Masyarakat
Warga memakai masker saat berada di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (2/3/2020). Pemerintah mengumumkan ada dua warga negara Indonesia (WNI) yang terinfeksi virus corona (Covid-19) dan sudah dirawat di ruang isolasi di Rumah Sakit Sulianti Saroso, Jakarta. Menurut Badan Kesehatan Internasional (WHO), orang yang sehat tidak perlu mengenakan masker, kecuali tengah merawat pasien atau orang yang diduga terinfeksi Covid-19. Gunakan masker jika Anda batuk atau bersin. Penggunaan masker hanya (AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo)

AKURAT.CO, Semenjak merebaknya kasus Covid-19 di Indonesia, frekuensi telepon di layanan pusat panggilan 119 meningkat 27,91 persen dibandingkan sebelumnya. Jumlah panggilan terkait virus korona meningkat signifikan pada 15 Maret 2020.

Kepala Sub Bagian UPT Pusat Pelayanan Keselamatan Terpadu/PSC 119 Dinas Kesehatan Kota Bandung Eka Anugrah mengungkapkan, hingga 20 Maret 2020, ada 210 panggilan terkait Covid-19.

“Kebanyakan dari warga yang mengonsultasikan kondisi yang dialami. Ada kehawatiran terhadap Covid-19,” ujar Eka, saat dihubungi, Minggu (23/3/2020).

Eka menerangkan, tiap menerima panggilan, tim 119 akan mengonfirmasi gejala penelepon. Jika memiliki gangguan kesehatan, tim akan melakukan tindakan-tindakan sesuai prosedur.

“Kami arahkan langsung sesuai SOP (standar operasional dan prosedur). Apakah harus karantina di rumah, datang ke fasilitas pelayanan kesehatan, atau dievakuasi dari rumah,” bebernya.

Tak hanya memberikan rekomendasi tindakan kesehatan, tim yang bersiaga 24 jam penuh ini juga melayani konsultasi dan edukasi terkait keluhan atau pertanyaan apapun dari warga. Sebagian besar yang meminta layanan 119 juga adalah fasilitas kesehatan yang berkoordinasi untuk memberikan rujukan.

“Rumah sakit yang akan merujuk wajib call ke 119 untuk koordinasi ke rumah sakit tujuan. Sehingga tidak ada ceritanya (pasien) safari rumah sakit,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung Dicky Wishnumulya mengutarakan, sejak 15-21 Maret sudah ada 21 panggilan yang masuk mengenai Covid-19. Mayoritas bertanya mengenai gejala langsung dalam tubuhnya, seperti batuk, pilek, flu, pusing kepala, dan sebagainya.

“Rata-rata tenggorokan yang sering dirasakan. Intinya langsung menanyakan mengenai kesehatan,” ucapnya.

Dia menegaskan, semua laporan yang masuk ke call center 112 langsung ditindaklanjuti ke call center 119. Setelah itu, Dinkes Kota Bandung bakal melakukan penanganan lebih lanjut.

Di sisi lain, Dicky menekankan, bila call center 112 tetap menerima laporan masyarakat mengenai beberapa urusan seperti infrastruktur, pohon tumbang, kebakaran, hingga persoalan kemacetan. 

“Kalau dari awal sebelum adanya Covid-19 ini, kita tangani keluhan masyarakat, seperti, jalan bolong, pohon tumbang, kebakaran, macet dan lain-lain,” imbuhnya.[]