News

Corona Menggila di Filipina, Petugas Medis Desak Presiden Terapkan Lockdown Lagi


Corona Menggila di Filipina, Petugas Medis Desak Presiden Terapkan Lockdown Lagi
Warga Filipina mengantre naik bus sambil mengenakan masker pada 21 Juli 2020 (REUTERS)

AKURAT.CO, Lebih dari satu juta dokter dan perawat di Filipina menilai negaranya kalah melawan COVID-19. Mereka pun mendesak Presiden Rodrigo Duterte pada Sabtu (1/8) agar memperketat kembali lockdown di Manila dan sekitarnya.

Dilansir dari Channel News Asia, 80 kelompok yang mewakili 80 ribu dokter dan 1 juta perawat memperingatkan runtuhnya sistem kesehatan akibat lonjakan infeksi virus corona jika tidak ada pembatasan ketat di ibu kota dan provinsi sekitarnya. Pada Sabtu (1/8), Filipina telah melaporkan penambahan 4.963 kasus baru, rekor penambahan terbesar dalam satu hari.

Menurut kementerian kesehatan, total infeksi di negara itu telah mencapai 98.232, sedangkan tingkat kematiannya telah meningkat dari 17 menjadi 2.039. Filipina pun menjadi negara kedua setelah Indonesia dengan jumlah kasus dan kematian akibat corona tertinggi di Asia Tenggara.

"Petugas kesehatan kita kewalahan dengan jumlah pasien yang tampaknya tak berujung berbondong-bondong masuk rumah sakit. Kami sedang terdesak kalah dalam pertarungan melawan COVID-19," sebut kelompok yang dipimpin Philippine College of Physicians dalam suratnya untuk presiden.

Sementara itu, istana kepresidenan berjanji akan mengundang para pemangku kepentingan dalam rapat gugus tugas virus corona mendatang. Namun, bukan hanya karantina masyarakat yang perlu dipertimbangkan.

"Istana memahami upaya keseimbangan antara kesehatan masyarakat dan kesehatan ekonomi negara," ujar juru bicara Duterte, Harry Roque.

Duterte memberlakukan salah satu lockdown terlama dan paling ketat di dunia pada pertengahan Maret untuk memerangi virus corona. Kemudian, demi menghidupkan kembali perekonomian, pembatasan dilonggarkan pada bulan Juni.

Mobilitas masyarakat menjadi lebih bebas dan sejumlah bisnis kembali dibuka. Namun, jumlah infeski melonjak 5 kali lipat sejak saat itu dan tingkat kematiannya naik 2 kali lipat. Tak ayal para petugas medis, termasuk ahli mikrobiologi, penyakit menular, kesehatan masyarakat, dokter anak, dan perawat, mendesak diterapkannya lockdown 2 minggu di ibu kota dan provinsi selatannya hingga pertengahan Agustus.[]

Anugrah Harist Rachmadi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu