News

Ngerinya Corona di India: Puluhan Mayat Ditemukan Terdampar di Sungai Gangga

Corona di India: Puluhan Mayat Ditemukan Terdampar di Sungai Gangga


Ngerinya Corona di India: Puluhan Mayat Ditemukan Terdampar di Sungai Gangga
Dalam foto ini, jenazah para korban virus corona dikremasi di tepi sungai Gangga di negara bagian Uttar Pradesh di utara (Reuters via BBC)

AKURAT.CO, Sedikitnya 40 mayat ditemukan terdampar di tepi Sungai Gangga yang terletak di dekat perbatasan antara negara bagian Bihar dan Uttar Pradesh.

Penemuan itu dikonfirmasi langsung oleh seorang pejabat India pada Senin (10/5) waktu setempat. Kepada BBC, pejabat ini mengungkap kemungkinan bahwa mayat-mayat itu berasal dari Uttar Pradesh.

Sementara seperti diketahui, Uttar Pradesh adalah negara bagian terpadat di India.

"Ada kemungkinan mayat-mayat ini telah muncul dari Uttar Pradesh," kata seorang pejabat bernama Ashok Kumar.

Kumar sebelumnya mengaku telah menanyai para penduduk setempat. Namun, tidak diketahui bagaimana mayat-mayat itu bisa terdampar. Selanjutnya, Kumar hanya menjelaskan bahwa pihak akan mengubur atau mengkremasi sisa-sisa jenazah yang telah ditemukan.

Perihal penemuan mayat di Sungai Gangga ini sebelumnya juga sempat ramai diulas oleh sejumlah media lokal India. Dalam laporannya, mereka mengungkap bahwa jumlah mayat yang ditemukan mencapai sekitar 100 jenazah.

Disebutkan, mayat-mayat itu kemungkinan adalah penderita COVID-19, dan mereka telah berada di sungai selama beberapa hari.

Sementara itu, NDTV India mengungkap pernyataan para pejabat lain yang menyatakan bahwa mayat-mayat itu ditemukan dalam  kondisi membengkak atau terbakar sebagian. Disebutkan juga jenazah mungkin adalah korban COVID-19 yang dikremasi di sepanjang Sungai Gangga di Uttar Pradesh.

Meski belum ada konfirmasi penyebab pasti dari pihak berwenang, tetapi laporan dari NDTV ini sejalan dengan kesaksian sejumlah penduduk lokal dan jurnalis. Pasalnya, saat berbicara kepada BBC Hindi, mereka mengungkap warga kini telah kekurangan kayu untuk kremasi.

Dikatakan juga di tengah gelombang infeksi kedua ini, biaya terkait dengan pemakaman menjadi tinggi. Imbasnya, menurut mereka, beberapa warga India yang tak mampu memilih untuk melarung jenazah anggota keluarga yang terkena corona langsung ke Sungai Gangga.

"Rumah sakit swasta telah menjarah uang warga. Mereka meminta 2 ribu rupee (Rp386 ribu) hanya untuk mengambil jenazah keluar dari ambulans. Orang biasa tidak memiliki uang untuk membayar seorang pendeta dan menghabiskan lebih banyak uang untuk kremasi di tepi sungai. 

"Sungai menjadi jalan terakhir, dan karenanya mereka (akhirnya) membenamkan jenazah ke sungai," kata penduduk setempat bernama Chandra Mohan.

Gelombang kedua virus menyerang beberapa bagian India, dengan kematian meningkat secara signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Sebagian besar krematorium di negara itu kehabisan ruang.

Sejak menyalip Brasil dalam hal infeksi, India langsung berubah jadi episentrum pandemi global. India mencetak rekor infeksi dengan jumlah mencapai ratusan ribu kasus tiap harinya.

Kini, India telah mencatatkan lebih dari 22,6 juta infeksi dan 246.116 kematian COVID-19, menurut data Universitas Johns Hopkins.

Namun, para ahli percaya jumlah kematian terkait COVID-19 sebenarnya bisa jauh lebih tinggi.[]