Olahraga

Conte jadi Calon Terkuat Latih Tottenham setelah Madrid Pilih Ancelotti

Sebelumnya Conte juga digosipkan tengah dilirik Real Madrid.


Conte jadi Calon Terkuat Latih Tottenham setelah Madrid Pilih Ancelotti
Mantan pelatih Inter Milan, Antonio Conte (REUTERS/Alberto Lingria)

AKURAT.CO, Antonio Conte disebut sebagai calon terkuat untuk duduk di kursi kepelatihan Tottenham Hotspur yang kosong setelah kepergian Jose Mourinho pada April lalu.

Pelatih kebangsaan Italia itu dikaitkan dengan beberapa klub di Eropa menyusul pengunduran dirinya sebagai manajer Inter Milan yang berhasil diantarkannya merebut scudetto musim ini.

Sebelumnya, Conte juga dikaitkan dengan kepindahan ke Real Madrid menyusul mundurnya Zinedine Zidane. Namun, penunjukan Carlo Ancelotti sebagai pelatih Los Blancos mengkandaskan semua spekulasi yang beredar.

Seperti laporan BBC, Spurs sudah berupaya melakukan kontan dengan mantan pelatih mereka, Mauricio Pochettino pekan lalu. Namun, PSG bergerak cepat dengan memperpanjang masa bakti sang pelatih.

Ketua Tottenham, Daniel Levy tidak mungkin membiarkan situasi itu terus berlanjut terlalu lama dan harus menunjuk seorang pelatih baru. Spurs sudah tanpa pelatih permanen sejak kepergian Mourinho pada April.

Levy bahkan sempat mengatakan bahwa klub telah kehilangan beberapa prioritas utama selama pembangunan stadion baru yang menghabiskan banyak dana di tengah pandemi virus corona (COVID-19).

Masalah di kubu The Lilywhites -julukan Tottenham- bukan hanya itu, penyerang andalan mereka, Harry Kane bahkan diisukan hengkang saat berharap melakukan pembicaran dari 'hati-ke-hati' dengan Levy mengenai masa depannya.

Conte memenangkan Liga Primer Inggris di musim pertamanya sebagai pelatih Chelsea pada 2016-17, tetapi dipecat pada akhir musim berikutnya ketika ia memenangkan Piala FA dan finis di urutan kelima.

Pelatih berusia 51 tahun itu memimpin Inter ke final Liga Europa pada 2019-20 dan hanya terpaut satu poin dari juara Italia Juventus - yang unggul 21 poin pada musim sebelumnya.

Inter mengklaim Scudetto ke-19 mereka dengan empat pertandingan tersisa musim lalu, dengan perolehan 91 poin di mana angka tersebut merupakan perolehan tertinggi kedua dalam sejarah klub.[]