Olahraga

Comeback, Herman 'Wewe' Resmi Perkuat Dewa United Surabaya

Wewe sempat memutuskan untuk pensiun pada tahun 2017 karena cedera.


Comeback, Herman 'Wewe' Resmi Perkuat Dewa United Surabaya
Pemain anyar Dewa United Surabaya, Herman 'Wewe' (Dok Dewa United)

AKURAT.CO, Mantan pemain CLS Knight, Herman 'Wewe' memutuskan untuk kembali bermain dalam ajang Indonesia Basketball League setelah sebelumnya sempat memilih gantung sepatu.

Wewe sempat merasakan supremasi tertinggi kompetisi bola basket di Tanah Air dengan menjuarai IBL Reborn musim 2016.

Saat itu, dirinya meraih gelar juara bersama CLS Knights yang juga berasal dari Kota Pahlawan. Akhirnya, dia kembali ke kota yang menyimpan cerita indah lima tahun lalu setelah resmi bergabung dengan Dewa United Surabaya.

Kini, Wewe resmi menjadi bagian Dewa United Surabaya yang menyoodorinya kontrak berdurasi satu tahun. Manajemen pun tak menutup kemungkinan memberikan opsi memperpanjang kontraknya di masa mendatang.

"Pastinya sangat senang bisa kembali ke Surabaya. Kontrak saya saat ini berdurasi satu tahun, cuma akan ada revisi kontrak jika saya bisa memberikan yang terbaik dan tentunya jika masih dibutuhkan tim ini," kata pebasket 31 tahun tersebut.

Bergabungnya Wewe ke Dewa United Surabaya sekaligus menandai 'comeback' dirinya ke pentas IBL. Diketahui, pebasket asal Pematang Siantar itu sempat memutuskan 'gantung sepatu' pada 2017 lalu.

Wewe memilih pensiun akibat cedera lutut yang menghantui saat masih bermain di tim lamanya. Namun saat ini pemain yang berposisi sebagai 'big man' itu menegaskan kondisinya sudah lebih baik dan siap melakukan 'comeback' di IBL 2022.

"Ada kesempatan diajak 'comeback' ini membuat saya merasa sangat senang. Saya sempat cedera lutut pada 2017 dan menjalani operasi lalu akhirnya saya pensiun," ungkapnya. 

"Tapi sejauh ini semuanya sudah oke, saya sudah bicara ke manajemen soal kondisi saya ini. Manajemen Dewa United mau terus membantu memulihkan performa saya, sekarang saya cuma diminta untuk fokus" ujar pemain kelahiran 28 Februari 1989.