Lifestyle

Cocoa Life Bantu Indonesia Kelola Kokoa

Cocoa Life Bantu Indonesia Kelola Kokoa
(Kiri-kanan) Ilham selaku perwakilan petani binaan dan komunitas Cocoa Life, Andi Sitti Asmayanti selaku Director Sustainability South East Asia Mondelez International, H.A Pawelloi, S.Sos, M.Si selaku Asisten Administrasi Umum PemKab Pinrang, Ir. Jabbar Alu As’ad, ST. Msi selaku Kepala Bidang Perkebunan, Dinas Peternakan dan Perkebunan, hadir dalam perayaan 10 tahun pertama program Cocoa Life di Indonesia (Cocoa Life)

AKURAT.CO Berdasarkan data International Cocoa Organization (ICCO) 2022, tercatat bahwa Indonesia termasuk ke dalam 10 negara penghasil kakao terbesar dunia dan menjadi yang terbesar di Asia. 

Melihat ini, Mondelez Indonesia rayakan pencapaian sukses 10 tahun pertama program Cocoa Life, yang berhasil melampaui target awalnya, dalam misi mensejahterakan petani dan komunitas kakao, serta turut berpartisipasi aktif dalam pelestarian dan pemulihan hutan sehingga Indonesia masuk sebagai negara penghasil kakao terbesar Indonesia. 

Adapun agenda perayaan yang dipusatkan di wilayah Pinrang, Sulawesi Selatan ini bertujuan menginspirasi lebih banyak pihak untuk bersama mewujudkan sektor kakao yang lebih berkelanjutan.

baca juga:

“Program Cocoa Life di Indonesia hingga saat ini telah berhasil memberdayakan lebih dari 40.000 petani, dan menjangkau lebih dari 68.000 anggota komunitas kakao di wilayah Sumatera Barat, Lampung, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara,” ujar Director Sustainability, South East Asia Mondelez Indonesia Andi Sitti Asmayanti melalui keterangan tertulis, dikutip pada Sabtu (24/9/2022).

Yanti menjelaskan bahwa Cocoa Life merupakan program kakao berkelanjutan yang diinisiasi oleh Mondelez International sejak 2012 untuk mensejahterakan petani dan komunitas kakao, serta turut berpartisipasi aktif dalam pelestarian dan pemulihan hutan. 

“Memasuki 10 tahun perjalanannya, program Cocoa life secara global telah berhasil memperoleh berbagai pencapaian sukses, mulai dari memberdayakan hampir 210.000 petani dan menjangkau lebih dari tiga juta anggota komunitas di seluruh dunia, serta telah menginvestasikan lebih dari USD 400 juta dalam mendukung mata pencaharian petani. Pencapaian tersebut jauh melampaui target global pada 2022, yaitu memberdayakan 200.000 petani dan satu juta anggota komunitas, dengan target investasi sebesar USD 400 juta,” jelas Yanti.

Selanjutnya, dari sisi lingkungan, program Cocoa Life juga telah berhasil melakukan pemetaan lebih dari 198,000 lahan pertanian untuk membantu mencegah deforestasi pertanian Kakao di seluruh dunia. 

Selain itu, saat ini program Cocoa Life juga telah berhasil memenuhi 75% kebutuhan produksi cokelat Mondelez International, dan ditargetkan mencapai 100% pada 2025.

Saat ini program Cocoa Life tengah berupaya untuk menjawab tantangan pada sektor kakao secara holistik di enam negara penghasil kakao, meliputi Ghana, Pantai Gading, Indonesia, Republik Dominika, India, dan Brasil. 

Meskipun pencapaian program Cocoa Life telah melampaui targetnya dan menghasilkan dampak yang cukup besar, Mondelez Indonesia menyadari bahwa masih banyak tantangan di sektor kakao.  “Terkait dengan strategi Cocoa Life dalam memajukan sektor kakao yang berkelanjutan kedepannya akan diumumkan pada akhir tahun ini, jadi pantau terus visi dan tujuan barunya untuk program ini dari Mondelez International,” kata Yanti.