News

Coba Kabur Saat Akan Ditangkap, Pasutri Ini Terpaksa Didor Petugas


Coba Kabur Saat Akan Ditangkap, Pasutri Ini Terpaksa Didor Petugas
Ilustrasi - Penggerebekan (AKURAT.CO/Ryan)

AKURAT.CO, Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bireuen Aceh terpaksa melumpuhkan pasangan suami istri (Pasutri) saat akan ditangkap.

Kepala Satreskrim Polres Bireuen, Inspektur Polisi Satu, Eko Rendi Oktama, mengatakan, Pasutri yang menyerang petugas dengan senjata tajam tersebut, yakni berinisial S (46) dan CN (39) warga Gampong Cot Jrat, Kecamatan Kota Juang, Bireuen.

"Mereka harus kita lumpuhkan karena menyerang petugas dengan parang dan berusaha merebut senjata petugas," kata Eko, saat digunakan, Selasa (22/1/2019).

Akibat tindakan itu, CN mengalami luka tembak di paha kanan dan S mendapatkan luka tembak di betis bagian kanan.

Sementara itu, seorang personel kepolisian mengalami luka tebas dibagian punggung akibat terkena sebilah parang saat diserang oleh Pasutri tersebut.

Kejadian ini terjadi diawali dari penggerebekan yang dilakukan petugas di rumah S dan CN, terkait adanya informasi penyelundupan teh hijau serta rokok ilegal.

"Kita menerima informasi, Minggu (20/1/2019) kemarin, bahwa seorang pria melakukan bongkar muat rokok ilegal, dan tim langsung melakukan penyelidikan," jelasnya.

Hasil penyelidikan itu, polisi awalnya mengamankan seorang tersangka berinisial Z (44), warga Gampong Blang Blahdeh yang sedang menaikkan rokok dan ten hijau ilegal ke dalam mobil barang.

Barang bukti yang diamankan 1.950 slop rokok ilegal merek Luffman, 7 bungkus teh hijau ilegal (200 gram), uang tunai sejumlah Rp 8,2 juta, 1 unit mobil barang Suzuki Carry warna biru silver dengan nomor polisi Bk 9335 XB, dan 1 unit telepon genggam Oppo A37I warna putih.

Tim lalu melakukan pengembangan dan melakukan penangkapan dengan cara dilumpuhkan terhadap S dan CN.

"Tersangka langsung kita bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan, begitu juga anggota yang diserang menggunakan parang juga kita mintakan visum," ujarnya.

Eko mengatakan, pihaknya masih akan melakukan pengembangan dari kasus ini.

"Sementara itu, tiga tersangka yang telah diamankan akan dikenakan Pasal 54 dan 56 Undang Undang No 39 Tahun 2007 tentang Cukai," tegas Eko.[]