Tech

Clubhouse Bantah Kebocoran Data Pengguna, Keamanan Privasi Dipertanyakan

Meski awalnya Clubhouse membantah, kekhawatiran tentang bagaimana platform ini menangani keamanan data dipertanyakan


Clubhouse Bantah Kebocoran Data Pengguna, Keamanan Privasi Dipertanyakan
Clubhouse (Vox)

AKURAT.CO, Dalam beberapa minggu terakhir, jejaring sosial besar mengalami serentetatn insiden kebocoran data para penggunanya. Bahkan, beberapa kasus menunjukkan data pengguna yang bocor sengaja diretas dan didistribusikan di forum internet.

Terbaru, Clubhouse, jejaring sosial audio-sentris yang sedang berkembang menjadi korban dari aktivitas semacam itu. Meski awalnya Clubhouse membantah, kekhawatiran tentang bagaimana platform ini menangani keamanan data penggunanya menimbulkan banyak pertanyaan.

Dilansir dari Slash Gear, Senin (12/4) publikasi online yang berfokus pada keamanan, CyberNews, pertama kali menyampaikan berita bahwa basis data SQL yang berisi 1,3 juta catatan pengguna Clubhouse telah bocor di forum peretas yang gratis untuk diambil.

Catatan tersebut berisi informasi seperti nama pengguna, nama pengguna, ID Twitter dan Instagram, beberapa data pengikut, dan banyak lagi. Tidak ada informasi yang sangat sensitif, seperti sandi atau bahkan alamat email, yang disertakan dalam pembuangan data.

Clubhouse lewat Twitter meluruskan tentang kabar peretasan data pribadi tersebut di platformnya. Dikatakan bahwa potongan data ini adalah informasi publik yang dapat dilihat siapa pun. Selain itu, data tersebut mungkin diambil menggunakan API atau aplikasi milik Clubhouse sendiri.

Sayangnya, penjelasan tersebut tidak memuaskan pendukung keamanan dan privasi mengingat bagaimana Clubhouse cukup banyak mengakui betapa mudahnya menyalahgunakan API-nya untuk mengumpulkan data semacam itu, pribadi atau lainnya. Clubhouse dilaporkan belum memiliki dokumentasi untuk API tersebut tetapi secara tidak langsung mengakui bahwa itu telah dieksploitasi oleh pihak ketiga.

Ada juga kekhawatiran tentang potongan data yang tersedia untuk umum, beberapa bahkan menunjukkan potensi pelanggaran GDPR. Dibandingkan dengan insiden Facebook dan Linkedin baru-baru ini, masalah Clubhouse mungkin kecil tetapi menodai citra yang sangat positif yang dinikmati jaringan sosial muda saat ini.

Azhar Ilyas

https://akurat.co