News

Cipinang Melayu Banjir Lagi, Wagub DKI Salahkan Pembangunan GBK

Cipinang Melayu Banjir Lagi, Wagub DKI Salahkan Pembangunan GBK Senayan 


Cipinang Melayu Banjir Lagi, Wagub DKI Salahkan Pembangunan GBK
Wakil Gubernur DKI Jakarta Aad Riza Patria ketika ditemui di ruang kerjanya di Balai Kota DKI Jakarta Selasa (9/3/2021) (Akurat.co/Yohanes Antonius)

AKURAT.CO, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku proyek pembangunan stadion Gelora Bung Karno (GBK) di Senayan yang dilakukan dulu berimbas pada banjir yang rutin terjadi di sejumlah wilayah Jakarta sekarang, salah satunya adalah kawasan Cipinang Melayu Jakarta Timur yang kembali terendam banjir pada Rabu (14/4/2021) malam. 

Menurut Ariza pembangunan stadion itu membuat sejumlah wilayah Jakarta yang belum berpenduduk ketika dikeruk tanahnya untuk menimbun bagian stadion ketika proyek ini sedang dibangun. Imbasnya, posisi kawasan-kawasan itu menjadi lebih rendah dari tempat- ketempat  lain di Jakarta, karenanya tidak heran jika kawasan itu kini menjadi langganan banjir setiap tahunnya. 

"Cipinang Melayu ini kan memang beda. di Jakarta ini kan konturnya memang di bawah permukaan laut termasuk Cipinang. Memang beberapa titik ada di Condet, Kalibata, di beberapa titik memang rendah. Banyak penyebabnya di antaranya jaman dulu waktu kita bangun GBK itu dulu diuruk, uruknya dari mana? dari situ, dari tempat-tempat tadi." kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan  Merdeka Selatan, Jakarta Pusat Kamis (15/4/2021). 

Ariza melajutakan, lahan bekas urukan yang kini menjadi permukiman penduduk ini berbentuk kubamgan, sehingga ketika hujan dengan intesitas tinggi mengguyur, air sulit mengalir ke luar ke tempat yang lebih rendah. 

"Lahan yang dikeruk jadi kubangan. Sekarang kubangan itu karena sulitnya lahan oleh warga dijadikan pemukiman. Kalau hujan ya banjir," ujarnya. 

Ariza mengaku, sekarang ini pihaknya masih mencari solusi mengatasi banjir di kawasan-kawasan bekas kerukan proyek GBK ini.

"Akan ada solusi. Nanti dari Dina SDA mencarikan solusi terbaik terkait titik-titik yang memang jadi kubangan dan jadi pemukiman dan memang sangat rendah," tukasnya. []

Bayu Primanda

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu