Lifestyle

Cinta pada Pandangan Pertama, Benarkah Ada?

Cinta pada Pandangan Pertama, Benarkah Ada?
The Notebook (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Percayakah kamu pada love at the first sight alias cinta pada pandangan pertama? Ada yang meyakininya, namun mungkin sebagian orang sulit bahkan tidak percaya sama sekali dengan hal ini. Menurut mereka, perasaan cinta akan tumbuh setelah mengenal seseorang selama waktu tertentu dan menemukan ketertarikan atau kecocokan dengannya. 

Faktanya, para ahli menemukan bahwa cinta pada pandangan pertama sangat mungkin terjadi.

Mengapa hal itu bisa terjadi?

baca juga:

Akurat.co melansir dari INSIDER, Neuropsikoterapis Dr. Trisha Stratford menjelaskan bahwa bila saat jatuh cinta, otak seseorang akan melepaskan senyawa kimia, seperti dopamin dan serotonin, yang membuat kamu bahagia dan merasakan kegembiraan luar biasa. Rasa bahagia inilah yang selalu dikaitkan dengan cinta.

Nah, saat kamu merasa tertarik dengan seseorang saat pertama kali bertemu, otak akan melepaskan kedua hormon tersebut, dan kamu akan merasa jatuh cinta.

Saat ketertarikan kamu sangat kuat, bisa saja langsung berubah menjadi nafsu. Tak hanya dopamin dan serotonin, otak juga akan melepaskan hormon oksitosin atau yang sering disebut sebagai 'hormon cinta'.

Inilah yang membuat kamu merasa sangat yakin sudah jatuh cinta pada pandangan pertama.

Sementara itu, melansir laman Psychology Today, sebuah penelitian pada tahun 2017 dari University of Groningen mengungkapkan bahwa cinta pada pandangan pertama sebetulnya bisa jadi hanyalah sebuah ilusi positif.

Kamu berpikir bahwa kamu mencintainya pada saat pertama kali bertemu. Sebetulnya, cinta itu mungkin saja karena perasaan yang bisa muncul bulan atau tahun setelahnya. Tapi, ilusi di pikiran membuat kamu merasa sudah mencintainya sejak awal.

Bonifasius Sedu Beribe

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu