Ekonomi

Cicilan Numpuk Usai Nikah? Lakuin Tips Ini untuk Atur Uangmu!

Bagi pasangan yang baru menikah, mengelola keuangan di tahun-tahun awal pernikahan memang bukan perkara mudah


Cicilan Numpuk Usai Nikah? Lakuin Tips Ini untuk Atur Uangmu!
Ilustrasi pasangan menikah (Unsplash)

AKURAT.CO Bagi pasangan yang baru menikah, mengelola keuangan di tahun-tahun awal pernikahan memang bukan perkara mudah. Sebab, perlu menyatukan dua kepentingan sekaligus kebutuhan. Apalagi, pasangan muda ini punya sederet cicilan yang mesti dibayar.

Tahun-tahun pertama menikah adalah tahun perjuangan. Pasangan ini harus menyesuaikan diri karena hidup bersama. Berjuang untuk menerima kekurangan masing-masing, berjuang untuk meredam ego, dan berjuang untuk mapan.

Jika sebelumnya memendam semua masalah sendiri, sekarang ada orang yang harus dibagi tak terkecuali dalam hal keuangan.

Apalagi jika harus menyisihkan uang demi membayar beberapa cicilan. Mulai dari cicilan kendaraan bermotor, cicilan kredit pemilikan rumah (KPR), tabungan pendidikan anak, dana darurat, dan lain-lain.

Tidak ada yang salah dengan pembayaran secara cicilan ini. Namun, harus diperhatikan kemampuan kita serta cara mengatur keuangan yang tepat ketika memiliki cicilan yang banyak tiap bulan.

Cara mengatur keuangan yang baik, akan membantu untuk bisa melunasi cicilan dan tidak menciptakan situasi gali lubang tutup lubang.   

Tapi jangan khawatir, berikut ini ada tips atur uang ketika cicilan merajalela yang dikutip dari berbagai sumber.

1. Belanja bersama

Namanya juga pasangan muda, pasti lagi mesra-mesranya. Belanja bulanan di akhir pekan bisa jadi momen kencan. Kenapa harus belanja bulanan bersama? Supaya bisa memutuskan apakah barang di keranjang layak dibeli atau bisa menunda.

Misalnya, istri sudah mengambil botol kecap ukuran besar, tapi suami jarang makan pakai kecap. Istri bisa menggantinya dengan ukuran kecil yang harganya lebih murah.

2. Terbuka soal konsumsi

Ada tipe suami yang langsung memberikan seluruh gajinya untuk dikelola istri, ada juga yang memberikan uang bulanan untuk istri dan menyimpan sebagian untuk dirinya sendiri.

Apapun pilihannya, tetap terbuka soal konsumsi. Misalnya, suami ingin mencicil motor, suami harus komunikasikan hal ini karena artinya akan ada pengeluaran lain untuk membayar cicilan.

3. Buat perencanaan anggaran bulanan

Rumuskan anggaran bersama pasangan. Misalnya, gaji suami Rp6 juta, istri Rp4 juta, sehingga jika digabungkan jadi Rp10 juta. Kemudian, bagi dalam beberapa pos seperti yang akan diuraikan di poin-poin selanjutnya.

4. Batasi konsumsi bulanan

Pengeluaran bulanan termasuk belanja bulanan seperti deterjen, sabun, listrik, air, dan bahan makanan. Masak sendiri memang melelahkan, apalagi jika pasangan suami istri bekerja.‚

Tapi dengan masak sendiri, bisa berhemat banyak. Kalau benar-benar tidak sempat, beli lauk tapi tetap masak sendiri.

5. Batasi cicilan

Bank menilai rasio kemampuan kredit seseorang sejumlah 30% dari total penghasilan suami dan istri. Jika total penghasilan bersama istri adalah Rp10 juta, maka batas cicilan per bulan yang dapat diberikan oleh bank adalah Rp3 juta.

Mengapa bank menetapkan ketentuan demikian? Tujuannya agar sisa dari penghasilan dapat digunakan untuk memenuhi keperluan hidup lainnya. Pada KPR, besar cicilan yang dilakukan juga tergantung dari besar uang yang disetorkan sebagai uang muka.

Jadi, bila ingin mendapatkan kredit dengan plafon tinggi dan cicilan rendah, maka uang muka yang disetorkan pun harus besar. Karena hal ini akan mempengaruhi jumlah sisa cicilan yang dilakukan.

6. Cari penghasilan tambahan

Mencari penghasilan tambahan bisa menjadi salah satu cara yang ampuh dalam memastikan pendapatan kita tidak berkurang dan cicilan kita bisa tetap dibayar tepat waktu. Kita, misalnya, bisa memulai berjualan produk atau jasa secara online.

Sesuai kompetensi diri masing-masing, ada banyak pilihan pekerjaan freelance yang bisa dibidik sebagai solusi menghasilkan uang tambahan.

Beberapa pekerjaan freelance yang marak dibutuhkan, semisal jasa terjemahan, penulis lepas, admin media sosial, menjadi  seorang desainer grafis, menjadi reseller, membuka sebuah nursery misalnya jika kamu hobi dengan tanaman.

Ya, banyak hal yang bisa kamu gali asalkan tidak menyalahi etika dan mengurangi produktivitas bekerja di kantor, opsi freelance bisa dipilih untuk memastikan kondisi keuangan kita tetap sehat selama pandemi.[]