Olahraga

Christopher Rungkat Harap Banyak Petenis Indonesia yang Tampil di Grand Slam

Christopher Rungkat Harap Banyak Petenis Indonesia yang Tampil di Grand Slam
Petenis ganda campuran Indonesia Christopher Rungkat saat bertanding dengan lawannya petenis ganda campuran Thailand Tamarine Tanasugarn/Sanchai Ratiwatana dalam final tenis ganda campuran di ajang SEA Games 2019, di di Pusat Tenis Rizal Memorial, Manila, Filipina, Sabtu (7/12/2019). Duet ganda campuran Indonesia Aldila Sutjiadi/Christopher Rungkat berhasil menang atas lawannya asal Thailand yang bertanding selama 3 set, dengan skor 4-6, 6-4, 10-8. Serta berhak mendapatkan medali emas untuk Indo (AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo)

AKURAT.CO, Petenis andalan Indonesia, Christopher Benjamin Rungkat berharap agar banyak pemain muda yang potensial dan berbakat di Indonesia, agar bisa tampil di turnamen bergengsi sekelas grand slam.

Christo, sapaan Christopher Rungkat, menyadari bahwa petenis Indonesia untuk saat ini sangat kesulitan untuk bisa bertanding di grand slam seperti Australia Terbuka, Prancis Terbuka, Wimbledon dan Amerika Serikat (AS) Terbuka. Terutama di sektor putra.

Menurut Christo, Indonesia sekarang memang memiliki petenis putra berbakat pada diri Muhammad Rifqi Fitriadi. Namun, ia menilai bahwa target main di grand slam terlalu jauh bagi Rifqi, yang peringkatnya masih di luar seribu besar dunia.

baca juga:

“Kalau kita lihat sekarang, ranking terbaik putra kan, mungkin kalau untuk grand slam masih cukup jauh,” kata Christo ketika ditemui di Plaza Indonesia, Jakarta pada Rabu (22/6).

“Tapi kita ngomongin soal masuk Top 500 dunia dulu, ini mungkin lebih realistis. Ada Rifqi di situ yang sudah mulai tur profesionalnya tahun ini. Mudah-mudahan dia bisa secepatnya untuk masuk ke top 500.”

Sementara untuk sektor putri, Christo cukup lebih percaya diri. Hal ini tak lepas dari dua petenis muda berbakat yang tengah menimba ilmu di Amerika Serikat, yakni Priska Madelyn Nugroho dan Janice Tjen.

Diketahui, Priska saat ini sedang kuliah sambil bermain tenis bersama Universitas NC State, sementara Janice berkuliah di Universitas Pepperdine. Kedua universitas itu dikenal memiliki tim tenis yang apik dan berkompetisi di Kejuaraan Tenis NCAA Divisi 1 antar-kampus.

Sehingga besar harapan Christo agar Priska dan Janice bisa segera mengikuti turnamen tenis profesional seperti tur WTA, lalu naik kelas ke grand slam.

“Tapi kalau untuk cewek, ada Priska dan Janice yang keduanya masih kuliah di Amerika Serikat (AS). Priska juga dulu kan sempat top 10 di junior, sempat juara ganda grand slam di Australia Terbuka. Jadi talentanya sudah terlihat di situ,” tambah dia.