Lifestyle

Christian Eriksen Tumbang saat Bertanding, Kenali Pingsan Biasa dan Henti Jantung Mendadak

Christian Eriksen tiba-tiba pingsan di tengah pertandingan yang penyebabnya bisa jadi karena henti jantung


Christian Eriksen Tumbang saat Bertanding,  Kenali Pingsan Biasa dan Henti Jantung Mendadak
Christian Eriksen

AKURAT.CO, Gelandang Tim Nasional Denmark, Christian Eriksen tiba-tiba pingsan di tengah pertandingan saat Denmark melawan Finlandia dalam laga grup B ajang Piala Eropa 2020 tadi malam.

Dalam pertandingan itu, Eriksen tiba-tiba kolaps di sisi sayap kiri lapangan, dekat garis tepi pada menit ke-43. Rekan-rekan setimnya dan juga wasit merespons kejadian tersebut dengan segera memanggil tim medis.

Dilansir dari CNN, kejadian pingsannya Christian Eriksen nyaris sama persis yang dialami oleh pemain sepak bola Fabrice Ndala Muamba pada 2012 silam.

Kala bermain untuk Bolton Wanderers, Fabrice Muamba pernah mengalami momen nyaris serupa dengan yang dialami Eriksen tadi malam.

Sembilan tahun lalu, dia  pernah pingsan di tengah laga perempat final FA Cup melawan Tottenham karena mengalami henti jantung atau cardiac arrest.

Belum ada informasi resmi tentang apa penyebab Eriksen pingsan, tetapi sejumlah pakar mengaitkannya dengan cardiac arrest atau henti jantung mendadak seperti yang dialami Fabrice Muamba. Lalu kenapa henti jantung bisa membuat pingsan?

Henti jantung, atau yang dikenal dengan cardiac arrest atau sudden cardiac arrest (SCA) merupakan kondisi yang terjadi saat jantung berhenti berdetak secara tiba-tiba.

Kondisi yang satu ini tidak dapat disepelekan. Pasalnya, henti jantung merupakan masalah kesehatan yang sangat serius.

Ketika jantung berhenti berdetak secara tiba-tiba, jantung akan berhenti memompa darah yang akan dialirkan menuju organ-organ vital pada tubuh, seperti otak, paru-paru, dan hati. Jika hal tersebut terjadi, pengidap bisa saja mengalami pingsan.

Sebelum mengalami henti jantung secara mendadak, pengidap biasanya akan mengalami beberapa gejala, seperti nyeri dada, jantung menjadi lebih cepat atau lebih lambat, pusing, sesak nafas tanpa alasan yang jelas serta kehilangan kesadaran hingga pingsan seperti Eriksen.

Secara kasat mata, pingsan karena henti jantung dan pingsan biasa tidak dapat dibedakan. Namun, ada yang membedakan pingsan henti jantung dengan pingsan biasa.

Apabila korban masih bernapas dan masih terasa nadinya ketika disentuh, itu merupakan pingsan biasa. Sementara henti jantung, seseorang tidak bernapas saat pingsan tapi nadi masih berdenyut meski pelan.

Dalam kasus pingsan biasa, korban tidak membutuhkan pertolongan napas buatan (CPR). Namun, pada kasus pingsan karena henti jantung, korban perlu CPR seperti yang dilakukan tim medis kepada Eriksen.

Apabila empat menit setelah Eriksen pingsan, tidak diberikan CPR maka Eriksen akan mengalami kecacatan otak karena aliran darah yang terhenti, akibat henti jantung.

Azhar Ilyas

https://akurat.co