News

China Tak Mau Cabut Aturan Ketat Covid-19 untuk Kedatangan Internasional, Karantina Masih Wajib!

China Tak Mau Cabut Aturan Ketat Covid-19 untuk Kedatangan Internasional, Karantina Masih Wajib!
Turis yang terdampar di tengah wabah penyakit Covid-19 tiba di aula keberangkatan Bandara Internasional Haikou Meilan di Haikou, provinsi Hainan, China 11 Agustus 2022 ( cnsphoto via Reuters)

AKURAT.CO  Diwartakan Reuters bahwa China telah bersedia mempersingkat masa karantina untuk kedatangan internasional. Mereka juga sempat setuju untuk menghapus beberapa persyaratan pengujian serta isolasi diri bagi para pelancong yang masuk. 

Dalam pengumuman pada Kamis (25/8), pihak berwenang cukai menghapus beberapa laporan persyaratan terkait dengan Covid-19 untuk para pelancong. Dalam pengumuman hari itu, pelancong asing tidak perlu lagi memberi laporan hasil tes Covid-19, infeksi sebelumnya, dan tanggal vaksinasi saat melewati petugas bea cukai. Diharapkan bahwa dengan pencabutan ini, para wistawan internasional akan lebih nyaman untuk masuk ke negara tersebut.

Namun, tak lama kemudian, China, yang beberapa aturan Covid-19-nya paling ketat di dunia, berubah pikiran. 

baca juga:

Pada Jumat (26/8), atau hanya sehari setelah pencabutan sejumlah persyaratan pelaporan, otoritas menyampaikan pengumuman baru. Kantor bea cukai memberi anulir, mengatakan bahwa mereka masih mewajibkan para penumpang internasional untuk melakukan tes Covid-19 sebelum keberangkatan dan karantina pada saat kedatangan.

"Ini bukan pelonggaran pengendalian Covid."

"Tidak ada perubahan substansial pada persyaratan Covid untuk para pelancong yang datang," kata pihak bea cukai dalam pernyataan klarifikasi pada hari Jumat, merujuk pada perubahan aturan soal pelaporan Covid-19.

Maka dengan ini, pelancong asing yang ingin datang dari China harus melaporkan tes dan informasi lain terkait Covid-19, ke kedutaan China. Ini harus dilakukan jika ingin mendapatkan kredensial kesehatan digital untuk keperluan keberangkatan.

Jumlah penerbangan internasional masuk dan keluar dari China terpantau tetap rendah dibanding pada masa sebelum pandemi. Aturan-aturan baru ini pun digadang-gadang bakal makin memperumit rencana perjalanan banyak orang.[]