News

China Protes Soal Eksplorasi Migas, Ini 5 Fakta Potensi Laut Natuna Utara

Deretan potensi Laut Natuna Utara.


China Protes Soal Eksplorasi Migas, Ini 5 Fakta Potensi Laut Natuna Utara
Laut Natuna Utara. (wikipedia.org)

AKURAT.CO Ketegangan antara China dan Indonesia dalam beberapa hari terakhir semakin meningkat. Pasalnya, pemerintah China meminta Indonesia untuk melakukan pemberhentian operasional dari pengeboran minyak di wilayah Kepulauan Natuna. Bahkan, kabarnya diplomat China telah mengirimkan surat kepada Kementerian Luar Negeri RI terkait hal ini. Sedangkan hingga saat ini, pemerintah Indonesia belum memberikan tanggapannya. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta penting terkait protes China terhadap pemerintah Indonesia terkait pengeboran minyak dan dampaknya. 

1. Indonesia menamai sebagai Laut Natuna Utara

Ujung selatan dari Laut China Selatan telah menjadi zona ekonomi eksklusif Indonesia di bawah Konvensi PBB tentang Hukum Laut. Sedangkan sejak tahun 2017 lalu, Indonesia telah menamai wilayah tersebut dengan Laut Natuna Utara. Sedangkan berdasarkan Konvensi PBB terkkait Hukum Laut (UNCLOS) tersebut, Indonesia memiliki hak berdaulat untuk melakukan eksplorasi dan eksploitasi sumber daya alam di ZEE dan landas kontinennya. 

2. Laut Natuna kaya akan ikan

Perairan Natuna menjadi salah satu laut dengan potensi sumber daya yang begitu besar, salah satunya adalah hasil laut. Perairan Natuna setidaknya memiliki potensi ikan pelagis mencapai 327 ribu ton, ikan demersal mencapai 159 ribu ton, cumi-cumi mencapai 23 ribu ton, rajungan mencapai 9 ribu ton, kepitig mencapai 2 ribu ton, hingga lobster mencapai 1,4 ribu ton per tahunnya. Belum lagi sejumlah hasil laut lain seperti ikan kerapu, tongkol, tenggiri dan lain sebagainya. 

3. Cadangan gas alam terbesar di Asia Pasifik

Dengan luas sekitar 141 ribu kilometer persegi, Laut Natuna Utara ini diklaim memiliki kekayaan alam yang begitu melimpah, termasuk cadangan gas alam. Bahkan disebut sebagai yang terbesar di Asia Pasifik. Hitungan tersebut berdasarkan hasil Blok Natuna D-Alpha yang diklaim memiliki kandungan volume gas di tempat sebesar 222 triliun kaki kubik, yang berarti jumlah tersebut tidak akan habis dalam 30 tahun mendatang. Sedangkan potensi minyak mencapai 46 triliun kaki kubik.

4. Kekayaan gas mencapai Rp6 kuadriliun

Sedangkan cadangan energi yang berada pada salah satu bloknya saja mencapai 50 juta barel. Selain itu, menurut hitungan kasar, kekayaan gas Natuna telah mencapai Rp6 ribu triliun atau 6 kuadriliun. Angka ini berasal dari asumsi rata-rata minyak selama periode eksploitasi, dengan nilai minyak USD 75 per barel dan kurs Rp10 ribu per dolar. Selain itu, wilayah perairan ini juga memiliki jalur perdagangan yang sangat strategis, bahkan jadi rute utama sepertiga pelayaran dunia. 

5. China protes terkait eksplorasi migas

Pemerintah China hingga kini masih terus menuntut Indonesia untuk menghentikan kegiatan pengeboran minyak dalam nota diplomatik di wilayah Laut Natuna Utara tersebut. Pasalnya, menurut China, wilayah tersebut merupakan bagian dari perairan tradisional milik mereka. Diplomat China pun dikabarkan juga telah melayangkan surat resmi kepada Kementerian Luar Negeri RI. Kondisi ini pun semakin meningkatkan ketegangan China dengan Indonesia di tengah ekonomi global yang juga sedang bergejolak. 

Indonesia menganggap bukan merupakan negara yang bersengketa dan memiliki hak maritim atas perairan lepas Kepulauan Natuna tersebut berdasarkan Konvesi PBB terkait Hukum Laut (UNCLOS).[]