News

China Protes ke Indonesia Soal Pengeboran di Laut Natuna Utara, Begini Reaksi Susi Pudjiastuti

Susi menegaskan bahwa Indonesia dengan China sama sekali tidak memiliki sengketa. 


China Protes ke Indonesia Soal Pengeboran di Laut Natuna Utara, Begini Reaksi Susi Pudjiastuti
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Eks Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menegaskan bahwa Laut Natuna Utara merupakan wilayah Indonesia. 

Pernyataan itu disampaikan Susi untuk menyorot pemberitaan yang menyebutkan adanya protes pemerintah China kepada pemerintah Indonesia terkait pengeboran minyak dan gas alam di Laut Natuna Utara. China mengklaim Laut Natuna Utara masuk sebagai bagian wilayah mereka. 

"Laut Natuna / 200 nm dari pulau Sekatung adalah Indonesia punya kedaulatan. Titik," kicau Susi menggunakan akun Twitter pribadinya, Jumat (3/12/2021) 

baca juga:

Di kicauan berbeda, Susi juga menyinggung Menteri Luar Negeri yang sempat membahas wilayah Natuna.

"Kita pun seingat saya Bu Menlu (Menteri Luar Negeri) bilang kita bukan negara yang bertikai dengan China untuk wilayah yang kita sudah miliki," papar Susi Pudjiastuti.

Susi berharap agar kedaulatan Indonesia terus terjaga. 

"Semoga kedaulatan kita. Terus terjaga & dijaga," kata Susi Pudjiastuti. 

Sebagai informasi,  Pemerintah China dilaporkan melakukan protes terhadap pemerintah Indonesia. Protes itu meliputi pengeboran minyak dan gas alam di wilayah Laut China Selatan (LCS).

Pemerintah China mengirimkan surat kepada Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia. Pengeboran minyak dan gas alam itu disebut bersinggungan dengan klaim "sembilan garis putus-putus" milik Tirai Bambu.

Indonesia mengatakan ujung selatan Laut Cina Selatan adalah zona ekonomi eksklusifnya di bawah Konvensi PBB tentang Hukum Laut.

Diketahui, Indonesia menamai wilayah tersebut dengan Laut Natuna Utara pada 2017.

Laut Natuna Utara telah menjadi wilayah yang diperebutkan oleh beberapa negara. Laut Natuna Utara berada di sekitar beberapa negara, seperti Filipina, Singapura, Vietnam, Thailand, Malaysia.

Bukan hanya negara yang berada sekitar Laut Natuna saja, Amerika Serikat pun turut  melirik wilayah Laut Natuna Utara.

Secara terpisah, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Teuku Faizasyah mengonfirmasi terkait protes tersebut. Ia mengatakan bahwa protes tertulis itu bersifat tertutup. Sehingga ia tidak mengonfirmasi lebih jauh soal protes tersebut.

“Saya tidak bisa mengkonfirmasi berita yang beredar tersebut. Komunikasi diplomatik, terlebih lagi yang tertulis bersifat tertutup dan sesuai ketentuan baru bisa dibuka ke publik setelah periode yang lama. Jadi saya tidak bisa konfirmasi berita tersebut dan juga yang menjadi rujukan komunikasi yang dimaksud,” ujarnya. []