News

China Percepat Penelitian dan Pengembangan Vaksin Khusus  untuk Omicron

Laporan itu disampaikan oleh seorang pejabat pada Kamis (2/12)


China Percepat Penelitian dan Pengembangan Vaksin Khusus  untuk Omicron
Seorang pekerja medis menyiapkan dosis vaksin Covid-19 di lokasi vaksinasi di kota Pingxiang, wilayah otonomi Guangxi Zhuang, China Selatan, 16 November 2021. (Xinhua via China Daily)

AKURAT.CO, China saat ini sedang mempercepat penelitian dan pengembangan vaksin Covid-19 yang menargetkan varian Omicron.

Laporan itu disampaikan oleh seorang pejabat pada Kamis (2/12), di tengah kekhawatiran di antara para ilmuwan global bahwa Omicron mungkin menyebar lebih cepat daripada jenis lainnya.

Sebagaimana diwartakan Reuters, China Daratan belum mendeteksi kasus Omicron. Namun, mereka tampaknya sudah bersiap-siap mengembangkan penelitian vaksin untuk Omicron dengan teknologi berbeda.

"Kami dengan cepat mendorong penelitian dan pengembangan vaksin khusus Omicron berdasarkan teknologi yang berbeda," kata Zheng Zhongwei, pejabat Komisi Kesehatan Nasional yang mengepalai gugus tugas pengembangan vaksin Covid-19 China. 

Berbicara kepada penyiar CCTV, Zhongwei juga mengamini bahwa berdasarkan analisis awal, Omicron lebih mudah menular dibanding varian Delta. Namun, menurutnya, masih terlalu dini untuk menentukan apakah varian tinggi mutasi itu akan mengurangi kemanjuran dari vaksin-vaksin yang sudah ada.

"Kami pikir sebagian besar vaksin tetap efektif. Meskipun ada kemungkinan beberapa tingkat kekebalan lolos, temuan awal kami adalah bahwa mereka masih memiliki efek nyata dalam mencegah penyakit parah dan kematian," katanya, dikutip dari China Daily.

Kata Zheng, sejak munculnya varian virus corona pertama, perusahaan China telah memulai R&D vaksin yang menargetkan strain-strain virus yang bermutasi.

Zheng mengatakan vaksin domestik telah menunjukkan kemanjuran terhadap semua varian utama yang beredar di berbagai wilayah. Sebagai tindakan pencegahan, pengembang vaksin dalam negeri juga telah memulai penelitiannya tentang dosis yang disesuaikan untuk mengatasi berbagai jenis varian Covid-19 baru.

Zheng menambahkan bahwa vaksin potensial terhadap Omicron, pada akhirnya mungkin tidak akan digunakan tetapi menurutnya, China perlu membuat persiapan seperti itu.

"Ketika varian Delta menjadi strain dominan, kami telah membuat vaksin yang ditargetkan untuk jenis itu, dengan beberapa sudah memasuki uji klinis. Tujuan kami adalah untuk meningkatkan kesiapsiagaan, tetapi akhirnya mungkin tidak digunakan kecuali semua vaksin yang digunakan tidak efektif.

"Kami juga mengembangkan berbagai jenis vaksin yang menargetkan varian Omicron," katanya, seraya menambahkan bahwa persiapan awal akan memungkinkan negara untuk menyebarkan vaksin baru ketika situasi mengharuskannya.

Pembuat vaksin China Sinovac Biotech, sementara itu, mengatakan sedang mengevaluasi apakah vaksinnya bekerja melawan Omicron atau apakah perusahaan perlu mengembangkan suntikan baru.

Shenzhen Kangtai Biological Products (BioKangtai) juga mengaku telah berusaha untuk bekerja sama dengan lembaga lain dalam penelitian vaksin yang terkait dengan Omicron.

Perusahaan farmasi dunia lainnya seperti BioNTech dari Jerman ikut mengumumkan tentang persiapan soal pengembangan vaksin untuk Omicron. Dalam pernyataannya pada Selasa (30/11), kepala eksekutif BioNTech, mengaku mengharapkan lebih banyak data soal varian Omicron dalam waktu dua minggu. Data ini menurutnya bisa untuk membantu menentukan apakah vaksin yang diproduksi dengan mitranya Pfizer harus dikerjakan ulang atau tidak.

China belum menyetujui vaksin Covid-19 yang dikembangkan di luar negeri dan menggunakan beberapa suntikan buatan sendiri untuk program inokulasinya. []