News

China Jatuhkan Sanksi kepada Nancy Pelosi, Sebut Kunjungannya ke Taiwan Kejam dan Provokatif

China menganggap Ketua DPR AS Nancy Pelosi telah menginjak-injak kebijakan 'satu China' serta mengancam perdamaian dan stabilitas Selat Taiwan.


China Jatuhkan Sanksi kepada Nancy Pelosi, Sebut Kunjungannya ke Taiwan Kejam dan Provokatif
Dalam kunjungannya, Ketua DPR AS Nancy Pelosi memuji demokrasi Taiwan, keberhasilan ekonomi, dan catatan HAM-nya. (REUTERS)

AKURAT.CO China memutuskan untuk menjatuhkan sanksi kepada Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi dan keluarga dekatnya setelah kunjungannya ke Taiwan. Kementerian Luar Negeri China bahkan menyebut kunjungannya itu sebagai tindakan yang kejam dan provokatif.

"Tanpa peduli keprihatinan serius dan penentangan tegas China, Pelosy bersikeras untuk mengunjungi Taiwan, secara serius mencampuri urusan dalam negeri China, merusak kedaulatan dan integritas teritorial China, menginjak-injak kebijakan 'satu China', serta mengancam perdamaian dan stabilitas Selat Taiwan," kata juru bicara kementerian pada Jumat (5/8), dilansir dari AFP.

Pelosi mengunjungi Taiwan, meski China telah berulang kali memperingatkan. Kedatangannya pun menjadi kunjungan seorang pejabat tertinggi AS dalam 25 tahun.

baca juga:

Dalam kunjungan tersebut, Pelosi memuji demokrasi Taiwan, keberhasilan ekonomi, dan catatan HAM-nya. Ia juga bertemu dengan Presiden Tsai Ing-wen dan mengadakan jumpa pers bersama.

Sebagai tanggapan, China menembakkan rudal balistik serta mengerahkan jet tempur dan kapal perang pada Kamis (4/8) dalam latihan militer terbesarnya di sekitar Taiwan. Ini membentangi sejumlah jalur pelayaran tersibuk di dunia, di sejumlah titik yang hanya berjarak 20 km dari pantai Taiwan.

Pada Kamis (4/8) malam, menteri pertahanan Jepang mengatakan 5 rudal mendarat di zona ekonomi eksklusif negaranya.

Selain itu, China memberlakukan pembatasan impor buah dan ikan dari Taiwan, serta menghentikan pengiriman pasir ke pulau tersebut.

Beijing telah menjatuhkan sanksi pada sejumlah pejabat Amerika Serikat (AS) dalam beberapa tahun terakhir. Pasalnya, tindakan mereka dianggap melawan kepentingan inti China dan para pejabat tersebut mengkritik soal HAM di Hong Kong dan wilayah Xinjiang.

Mantan menteri luar negeri AS Mike Pompeo dan penasihat perdagangan mantan Presiden Donald Trump, Peter Navarro, merupakan dua di antara mereka yang terkena gelombang sanksi sebelumnya. Mereka pun dilarang memasuki China dan berbisnis dengan entitas China.

Partai Komunis yang berkuasa di Beijing memandang Taiwan yang demokratis dan berpemerintahan sendiri sebagai bagian dari wilayahnya. Mereka berjanji suatu hari akan mengambilnya, bahkan dengan paksaan jika perlu.[]